Mohon tunggu...
Siti Fatimah
Siti Fatimah Mohon Tunggu... Guru - SDN Grogol Selatan 01

Seorang guru SD di sebuah sekolah negeri di DKI Jakarta. Saat ini sedang memulai belajar menulis. Saya mempunyai seorang anak yang sangat senang ketika dibacakan cerita. Akan sangat bangga apabila bisa membacakan cerita dalam buku karangan sendiri kepada ananda tercinta. Semoga mimpi itu bisa terwujud.

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Jepira, Jangan Asal Sebarkan Berita !

27 Agustus 2022   07:34 Diperbarui: 27 Agustus 2022   07:38 214
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Cerpen. Sumber ilustrasi: Unsplash

Jepira tidak menyangka, bahwa ucapannya yang sepercik dapat membuatnya malu seumur hidup.

Kemarin siang, Jepira, si jerapah, melintas di depan rumah paman Rusa. Saat itu, pintu rumah paman Rusa terlihat terbuka, tetapi tak terlihat paman Rusa maupun Ruki, anak paman Rusa, dari pandangan Jepira. Namun begitu, Jepira bisa samar-samar mendengan percakapan yang terjadi di dalam rumah.
"Jangan pukul aku ayah, jangan pukul," suara Ruki yang terdengar oleh Jepira.

"Sini kau Ruki, jangan coba lari dari ayah," berikutnya terdengar suara paman Rusa dengan nada marah.

Jepira kaget mendengar percakapan ayah dan anak dari dalam rumah paman Rusa itu.

"Wah, sepertinya Ruki sedang dimarahi ayahnya," batin Jepira.

Ternyata percakapan dari dalam rumah itu masih berlanjut.
"Dimana kau taruh dompet ayah Ruki, mengakulah," ucap paman Rusa dari dalam rumah.

"Aku tidak tahu ayah, aku tidak mengambilnya," jawab Ruki mengelak.

Jepira ikut merasa deg-degan mendengar percakapan itu. Ia pun segera bergegas lari meninggalkan rumah Ruki.

"Hah, Ruki telah mengambil dompet paman Rusa? Kenapa Ruki sampai berani mencuri dompet paman Rusa?" Pertanyaan itu berkecamuk di dalam otak Jepira.

Saat sampai di tengah hutan, Jepira bertemu dengan Kikan, si kancil. Ia pun menceritakan apa yang dia dengar kepada Kikan.
"Kikan, Ruki telah mencuri dompet paman Rusa, tetapi dia tidak mau mengakuinya, padahal paman Rusa sudah hampir memukulnya," cerita Jepira.

"Ah yang benar Jepira, darimana kau tahu?" Tanya Kikan.
"Aku tadi lewat di depan rumahnya, dan aku mendengar percakapan mereka dari dalam rumah," terang Jepira kepada Kikan dengan muka serius.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun