Mohon tunggu...
Siti Hadiyatul Hasanah
Siti Hadiyatul Hasanah Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Universitas Negeri Malang

Keep trying not to give up

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Tekno Pilihan

Urban Farming sebagai Solusi Berkebun di Lahan Terbatas

5 Juni 2021   06:14 Diperbarui: 5 Juni 2021   15:45 1074
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
penanaman polybag (karangmojo.desa.id)

Manfaat yang bisa kita dapatkan dengan melakukan urban farming (mongabay.co.id) di antanya:

  1. Dengan melakukan urban farming kita bisa menghasilkan bahan pangan yang bisa dikonsumsi sendiri dan bisa juga dijual.
  2. Hasil panen urban farming bisa diawasi dan dikontrol sendiri mulai dari penanaman sampai dengan panen. Penggunaan pupuk bisa diatasi dengan penggunaan pupuk organik, sehingga hasil panen yang dikonsumsi terjamin kesehatannya.
  3. Urban farming juga memiliki manfaat yang cukup signifikan bagi lingkungan. Dengan melakukan urban farming bisa memproduksi polusi lingkungan menambah keasrian lingkungan serta mengurangi sampah rumah tangga (diolah menjadi pupuk organik). Hasil dari urban farming bisa mencukupi kebutuhan pangan yang sehat.

Maka dari itu, urban farming dapat dimanfaatkan sebagai salah satu kegiatan yang produktif dan bisa diikiuti oleh semua masyarakat, baik muda maupun tua. 

Saat ini urban farming bukan hanya untuk pemberdayaan komunitas, akan tetapi juga bisa menunjang kondisi ekonomi masyarakat itu sendiri melalui pasar hasil panen urban farming

Dengan adanya urban farming diharapkan setiap penduduk perkotaan bisa memaksimalkan lahan yang tidak terlalu luas untuk kegiatan pertanian. Selain itu juga masyarakat perkotaan dapat memenuhi bahan pangan dalam kehidupan sehari-hari. Setidaknya bisa menghemat biaya dan tidak bergantung terhadap produk yang dibeli.

Dampak Negatif Urban Farming

Di balik semua kelebihan tersebut, urban farming juga memiliki dampak besar bagi keberlangsungan hidup masyarakat kota. Dampak negatif yang sama besar juga bisa terjadi apabila urban farming tidak diterapkan secara maksimal. 

Tidak menutup kemungkinan jika kesalahan dalam penerapan urban farming akan menyebabkan sebuah peningkatan polusi udara dan air, banjir serta pemborosan air khususnya air. Selain itu kesalahan dalam teknik penanaman juga bisa menimbulkan perkembangbiakan nyamuk yang dapat menyebabkan penyakit malaria. Salah satu sebab utama gagalnya urban farming yaitu kurangnya keterampilan dan infrastruktur yang tidak memadai.

Daftar Pustaka

2020. “Urban Farming Dan Kontribusinya Bagi Pengurangan Jejak Karbon.” Mongabay Environmental News. Retrieved June 3, 2021.

Dinas Pangan | Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.” Retrieved June 3, 2021a.

Mungkinkah ‘Urban Farming’ Menjadi Solusi Ketahanan Pangan? Halaman All - Kompasiana.Com.” Retrieved June 3, 2021b.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Lihat Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun