Mohon tunggu...
SISKA ARTATI
SISKA ARTATI Mohon Tunggu... Guru - Ibu rumah tangga, guru privat, dan penyuka buku

Bergabung sejak Oktober 2020. Antologi tahun 2023: 💗Gerimis Cinta Merdeka 💗Perubahan Itu Pasti, Kebajikan Harga Mati - Versi Buku Cetak 💗 Yang Terpilih Antologi tahun 2022: 💗Kisah Inspiratif Melawan Keterbatasan Tanpa Batas. 💗 Buku Biru 💗Pandemi vs Everybody 💗 Perubahan Itu Pasti, Kebajikan Harga Mati - Ebook Karya Antologi 2020-2021: 💗Kutemukan CintaMU 💗 Aku Akademia, Aku Belajar, Aku Cerita 💗150 Kompasianer Menulis Tjiptadinata Effendi 💗 Ruang Bernama Kenangan 💗 Biduk Asa Kayuh Cita 💗 55 Cerita Islami Terbaik Untuk Anak. 💗Syair Syiar Akademia. Penulis bisa ditemui di akun IG: @siskaartati

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Artikel Utama

Salam Hangat dari Kota Tepian Mahakam

14 Desember 2022   07:25 Diperbarui: 17 Desember 2022   04:45 2146
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sunset di Taman Tepian Mahakam, Kota Samarinda (Gambar dari Kompas.com) 

21 Butir Padi, simbol yang menggambarkan kemakmuran pangan dan Hari Jadi Kota Samarinda pada 21 Januari 1968.

7 Kapas Yang Mekar Putih, melambangkan tujuh fungsi dan peranan. Perahu Kuning, merupakan lambang dari generasi mendatang menuju masyarakat adil dan makmur. Jembatan Mahakam, mempererat persatuan dan kesatuan bangsa.

3 Buah Arus Sungai Mahakam, suasana Kota Samarinda yang tenteram, tertib dan aman. Papan Bertulis "TEPIAN", Pusat Induatri Kayu dengan semboyan kota yang Teduh, Rapi, Aman dan Nyaman.

***

Jembatan Mahakam (sumber: binamarga.pu.go.id)
Jembatan Mahakam (sumber: binamarga.pu.go.id)

Tak terasa sudah hampir 22 tahun saya menjadi warga Samarinda. Berbaur dengan kawan, sahabat, tetangga dan masyarakat dari berbagai etnis di sini. 

Sayangnya, banjir selalu hadir di Kota Tepian Mahakam saat musim penghujan. Bahkan jika belum tiba musimnya dan tetiba diguyur hujan lebat, banjir menggenang di hampir beberapa sudut wilayah kota ini. 

Apalagi bila guyuran hujan lebih dari 2 jam, ditambah intensitas beberapa hari. Hampir dipastikan ada wilayah yang tergenang dan masuk ke perumahan warga.

Kini, progres perbaikan gorong-gorong, parit dan trotoar mulai ditata lebih baik. Pot-pot bunga dengan hiasan cat menarik, tertata rapi di jalan protokol. Jalanan bersih dari sampah kecil maupun tanah yang berserakan dari ceceran pembatas jalan. Tapi belum semuanya terjangkau hingga sudut kota.

Semoga penataan Kota Samarinda menjadi lebih nyaman dan tertata rapi. Mempertahankan pohon-pohon di jalanan agar tetap rindang dan asri.

Saya merasakan kenyamanan di kota ini, terutama kegiatan religius yang sangat mudah didapat untuk mengikuti kajian, taklim dan pembelajaran tahsin.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun