Mohon tunggu...
SISKA ARTATI
SISKA ARTATI Mohon Tunggu... Guru - Ibu rumah tangga, guru privat, dan penyuka buku

Bergabung sejak Oktober 2020. Antologi tahun 2023: 💗Gerimis Cinta Merdeka 💗Perubahan Itu Pasti, Kebajikan Harga Mati - Versi Buku Cetak 💗 Yang Terpilih Antologi tahun 2022: 💗Kisah Inspiratif Melawan Keterbatasan Tanpa Batas. 💗 Buku Biru 💗Pandemi vs Everybody 💗 Perubahan Itu Pasti, Kebajikan Harga Mati - Ebook Karya Antologi 2020-2021: 💗Kutemukan CintaMU 💗 Aku Akademia, Aku Belajar, Aku Cerita 💗150 Kompasianer Menulis Tjiptadinata Effendi 💗 Ruang Bernama Kenangan 💗 Biduk Asa Kayuh Cita 💗 55 Cerita Islami Terbaik Untuk Anak. 💗Syair Syiar Akademia. Penulis bisa ditemui di akun IG: @siskaartati

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Artikel Utama

Lakukan 4 Hal ini Dalam Menemani Anak Merancang Masa Depan

13 Mei 2022   18:34 Diperbarui: 14 Mei 2022   13:06 649
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Perbedaan generasi ke generasi (Bidik layar materi kajian parenting Ustadzah Husnul Khatimah)

Pertama, doa. 

Ini merupakan hal pertama dan utama, karena tidak setiap waktu selamanya kita bersama anak, mengawasinya, dan mendampinginya. Kekuatan doa adalah segalanya dalam melibatkan Allah SWT di setiap aktivitas kita, termasuk dalam merancang masa depan yang hanya Allah sajalah yang tahu tentang kehidupan mendatang.

Allah adalah sebaik-baik penjaga alam semesta ini, sebagaimana firmanNya dalam QS.Ibrahim ayat 35, 40 dan 41; QS. As-Shaffat ayat 100; QS. Al-Baqarah ayat 127-128 san QS.Ali Imran ayat 38.

Saat kita tak bersama mereka, jauh dari pandangan dan pelukan, doa kita sebagai orangtua sejatinya adalah tameng dan penyambung pengawasan. Anak adalah titipan Allah, maka kita titipkan pengawasan kepadaNYA.

Kedua, fokus pada tujuan.

Tanyakan kepada anak-anak, kelak ingin berprofesi sebagai apa, bagaimana gambaran kehidupan yang ingin dijalani. Kita dengarkan apa yang menjadi pendapat atas cita-citanya.

Diskusikan bersama mengenai sekolah yang dituju, kursus apa yang bisa mendukung cita-citanya, lingkungan pertemanan dan pergaulan yang positif dan mendukung. 

Proses ini juga kami lalui, saat anak menyatakan keinginan dan cita-citanya. Kami memberikan saran dan masukan yang dibutuhkannya. Sesuai harapan anak, hasil psikotest yang dijalani pada akhir pembelajaran sekolah tingkat pertama dan penerimaan siswa baru calon sekolah tingkat atas, menunjukkan arah kecenderungan jurusan atau profesi sesuai yang diinginkannya saat ini.

Ya, anak memiliki keunikan masing-masing dengan kepribadian dan karakter yang melekat. Mereka memiliki cita-cita dan tujuan hidupnya sendiri.

Namun, kita tetap bisa mengarahkan mereka dalam hal fundamental berkaitan dengan aqidah, syariat dan akhlak.

Ketiga, segitiga pengaruh

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun