Mohon tunggu...
siska prianti
siska prianti Mohon Tunggu... Pelajar Sekolah - MAHASISWI UNIVERSITAS NAHDATUL ULAMA SURABAYA

NAMA : SISKA PRIANTI PRODI : S1 KEPERAWATAN UNIVERSITAS : UNIVERSITAS NAHDATUL ULAMA SURABAYA

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Motivasi Belajar Seorang Anak

21 September 2022   12:26 Diperbarui: 21 September 2022   12:40 82 0 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Cerpen. Sumber ilustrasi: Unsplash

Bginilah cerita seorang ibu pada saat makan malam, waktu favorit berkumpul keluarga, dimana suami istri dan semua anaknya hadir. 

Paman pertama ibu bernama Hari Yanto, Ia telah bisa mencari uang sendiri pada usia 17 tahun, Pekerjaan yang dijalaninya sukses menjadikannya pengusaha muda dan menghasilkan banyak uang di usianya yang ke 19 tahun.

Lain hari ibu bercerita lagi, Paman ibu kedua bernama Haris Suyatno, anak yang nakal pada saat muda dan gemar pada mesin, Ia meninggalkan kuliahnya tetapi berhasil membangun bengkelnya sendiri dalam 3 cabang di surabaya.

Hari berikutnya ibu itu bercerita lagi, paman ibu yang ketiga dan keempat bernama Huri Sujarwo dan Harminto Prakoso, mereka berdua berhasil menjadi abdi negara karena ambisinya untuk melindungi negara.

Ibu itu menjelaskan bahwa tidak selamanya cerita-cerita itu disampaikan tanpa gangguan atau komentar negatif. Anak-anaknya nyeletuk "kok paman ibu semunya kaya tapi ibu tidak" atau "pamanya ibu semua pintar-pintar tapi ibu kok tidak,apa karena ibu perempuan sendiri?"  atau "bosan ah cerita paman terus"

Untuk mengurangi kebosanan di hari yang lain sang ibu tidak bercerita tentang paman lagi, Sodara nenek kamu bernama Satiah, Ketika diragukan kebaikannya menolong ratusan riba orang yang harus ditolong, ibu satiah bertanya mulai dari angka berapa kamu menghitung sampai sejuta? ibu itu berkata mulai dari angka satu.

Lain hari lagi ibu itu bercerita lagi, saudara nenek yang lain bernama sawoah, Ia adalah wanita pekerja keras dan ia adalah anak peempuan pertama yang berhasil membawa nama baik keluarga sampai masuk ke stasiun televisi internasional.

Lain hari ibunya bercerita lagi. Pada suatu hari seorang anak berlari sangat kencang sambil menangis, Ia duduk dibawah pohon yang rindang sambil meratapi nasibnya dan menangis karena selalu saja prestasi nilai sekolahnya dibawah kakaknya. Tanpa sadar ia melihat pemandangan yang indah dimana tetesan air jatuh ke sebuah batu yang sangat besar. Karena penasaran ia mendatangi lebih dekat dan terkejut ketika melihat batu itu berlubang karena tetesan-tetesan air yang kecil itu. Setelah dewasa anak itu menjadi artis yang sangat terkenal jauh melebihi kakaknya karena hasil karyanya. 

Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan