Mohon tunggu...
Rosmani Huang
Rosmani Huang Mohon Tunggu... Karyawan swasta - Karyawan Swasta

Enjoy this life with positive thinking

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

Mengapa Berbagi Itu Penting?

28 November 2020   12:30 Diperbarui: 28 November 2020   12:38 385
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi: Berbagi kasih di Panti Asuhan (dokpri)

Tidak lama kemudian saya menerima pesan dari anaknya lewat whatsapp yang berisi: “Terima kasih auntie sudah membantu mamaku. Sekarang mama sudah tenang dan senang.  Habis dari kemarin  Iin lihat mama menangis terus. Terima kasih ya auntie. Terima kasih banyak.

Perasaan saya pada saat menerima pesan tersebut tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Saya merasa  terharu, damai & suka cita. Tanpa sadar saya meneteskan air mata. Bahagia akhirnya saya bisa membuat temanku tenang & senang. 

Niat baik saya untuk membantunya dengan ikhlas yang didasarkan oleh dorongan hati  dengan memberinya pinjaman memberikan sumbangsih yang sangat menakjubkan. Suatu kebahagiaan yang tidak bisa digambarkan.   Pengorbanan saya tidak sia-sia. Uang hilang masih bisa dicari. Tetapi persahabatan yang hilang akan sulit didapatkan kembali.

Berbagi tidak melulu terkait materi. Memberikan senyuman untuk orang disekitar kita akan menghasilkan aura kebahagiaan disekitar kita  karena senyum itu bisa menular.  Mendengarkan orang yang sedang sedih dan bermasalah, bisa memberikan kelegaan bagi yang sedang sedih dan bermasalah. Bagi yang mendengarkan juga merasa senang dan bahagia karena sudah bisa membantu.

Berbagi tulisan tentang kebaikan merupakan ibadah indah pembawa berkah, seperti yang ditulis oleh Pastor Bobby. Bisa dibaca di sini. Berbagi tulisan kebaikan  bisa memberikan inspirasi & manfaat bagi pembacanya. Dan sekaligus  hiburan jika tulisan yang kita bagi itu merupakan tulisan humor. Tulisan merupakan wujud ibadah cinta kasih kita pada Tuhan dan sesama insan, seperti yang tertera di tulisan pastor Bobby.

Menyantuni anak yang tidak mampu melanjutkan sekolah bisa dilakukan bagi yang secara finansial tidak kekurangan. Di gereja ada program ASAK (Ayo Sekolah Ayo Kuliah). Dengan menyisihkan sebagian kecil uang jajan, kita sudah bisa membantu keluarga yang tidak mampu menyekolahkan anaknya. Secara tidak langsung kita sudah turut mencerdaskan anak bangsa.

Berbagi, memberi & menyantuni  dengan ikhlas dan suka rela akan menghadirkan kebahagiaan baik bagi penerima maupun pemberi. Dan saya meyakini dengan berbagi tidak akan mengurangi apa yang ada pada kita malah sebaliknya.  

Sejujurnya saya bukan orang yang berkecukupan. Saya sendiri kadang merasa miris  melihat angka yang tertera di tabunganku. Tetapi saya tidak pernah pusing. Saya sudah cukup bersyukur bisa makan tiap hari dan mempunyai tempat berlindung di kala hujan dan di panas terik mentari. 

Walaupun tabunganku sering hampir kosong tetapi tiap kali mau jalan-jalan, ada saja duit yang tiba-tiba saya dapatkan. Bukan….bukan …kalian jangan berpikir duit suap atau korupsi  ya 😊 Aneh tapi kenyataan, tiap kali mau jalan-jalan seringkali ada saja dana yang masuk ke rekening, baik itu duit dari orang yang sewa apartemen maupun dari  uang yang tadinya sudah tidak diharapkan akan diterima kembali.

Berbagi dengan suka rela dan ikhlas menghadirkan suka cita & damai.  Suka cita dan kedamaian  akan meminimalkan stress. Dengan stress berkurang, maka tentu penyakit juga berkurang. Penyakit berkurang maka hidup pasti akan lebih panjang.

Berbagi, memberi dan menyantuni juga merupakan perwujudan rasa syukur dan terima kasih kita atas berkat yang telah diberikanNya kepada kita.  

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun