Mohon tunggu...
Sigit Eka Pribadi
Sigit Eka Pribadi Mohon Tunggu... Administrasi - #Juara Best In Specific Interest Kompasiana Award 2023#Nominee Best In Specific Interest Kompasiana Award 2022#Kompasianer Terpopuler 2020#

#Juara Best In Specific Interest Kompasiana Award 2023#Nominee Best In Specific Interest Kompasiana Award 2022#Kompasianer Terpopuler 2020#Menulis sesuai suara hati#Kebebasan berpendapat dijamin Konstitusi#

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan Pilihan

Pak Luhut, Jadi Pejabat Negara Itu Harus Siap Dikritik

4 April 2020   23:29 Diperbarui: 4 April 2020   23:27 237
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi gambar via detik.com

Dalam hal ini penulis tidak memihak atau netral, penulis hanya mengaris bawahi kalau soal kritik dan pendapat itu sangat dijamin Konstitusi.

Sehingga menurut penulis, soal kritikan tersebut, seyogianya Pak Luhut bisa berlapang dada dan legowo, Pak Luhut seharusnya tidak boleh tersinggung atau marah kalau dikritik, bahkan termasuk kritikan yang paling pedas sekalipun.

Kalau Pak Luhut terlalu alergi atau phobia terhadap kritikan, ya jangan mau duduk di posisi pejabat pemerintahan.

Para pejabat publik harus bisa lapang dada menerima berbagai kritikan, termasuk yang bernada kecaman.

Pada prinsipnya sebenarnya bentuk kritikan itu malahan sangat diperlukan sebagai bahan introspeksi.

Kritikan bagi presiden, pihak pejabat pemerintah ataupun pihak berwenang lainnya sangat bermanfaat untuk memberi saran ataupun pendapat berkaitan dengan kinreja.

Sehingga kalau rakyat mengkritik, itu karena mereka menaruh harapan besar pada pemerintah dan para pejabat di dalamnya.

Sehingga lebih elok dan elegan sebenarnya kalau kritikan itu bisa di akomodir sebagai saran dan masukan bagi pemerintah.

Bisa jadi akan sangat bermanfaat, agar pemerintah dan pejabat didalamnya bisa kerja lebih maksimal

Jadi, kalau pemerintah dan para pejabatnya ingin membungkam kritikan itu, janganlah dihadapi dengan emosional, tapi bungkamlah kritikan itu dengan bukti kinerja yang baik terhadap rakyat.

Semoga artikel singkat ini dapat bermanfaat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kebijakan Selengkapnya
Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun