Mohon tunggu...
Sigit Eka Pribadi
Sigit Eka Pribadi Mohon Tunggu... #Jadikan pekerjaan itu seni dan hobi#Email: vicksigit@gmail.com#ASN yang dulu sempat membidangi Humas dan Media#Sekarang Membidangi Seni dan Hiburan#

#Menulis sesuai suara hati,kadang sangat kritis,tapi humanis,berdasar fakta dan realita#Kebebasan berpendapat dijamin Konstitusi#Jangan pernah membungkam#

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Sukses di Rantau, Jangan Lupa Hidupkan Kampung Halaman

27 Februari 2020   22:31 Diperbarui: 27 Februari 2020   22:39 464 10 5 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Sukses di Rantau, Jangan Lupa Hidupkan Kampung Halaman
Ilustrasi gambar pendukung | tripcanvas.co

Sukses di rantau, jangan lupa hidupkan kampung halaman.

Tidak dipungkiri, sebagian besar dari kita tentunya adalah orang-orang perantauan atau hidup di perantauan.

Dan pastinya ada latar belakang dan tujuan masing-masing dari kita, kenapa kita mesti memutuskan untuk hidup merantau.

Pada umumnya, latar belakang untuk merantau atau hidup diperantauan tersebut biasanya adalah, demi meraih cita-cita kesuksesan dalam menjalani hidup yang lebih baik dan layak.

Atau juga karena dikampung halaman sendiri, ternyata sulit untuk maju dan berkembang karena berbagai keterbatasan baik itu sarana, prasarana, maupun infrastruktur.

Karena sebab melihat kecilnya kemungkinan ini, untuk bisa meraih cita-cita kehidupan yg lebih baik dan layak dan mungkin juga berbagai alasan lainnya.

Sehingga akhirnya banyak dari masyarakat termasuk kita sendiri terpaksa meninggalkan kampung halaman sendiri dan pergi merantau.

Sejatinya, terkait dengan menghidupkan wilayah-wilayah pada kampung halaman kita ini, adalah tanggung jawab besar dari pemerintah.

Pemerintah seyogianya agar dapatnya lebih perduli dan mencermati, mengapa banyak masyarakat yang merantau keluar dari kampung halamannya sendiri.

Ya, memang kalau dicermati bersama, proses pemerataan pembangunan di wilayah wilayah kampung halaman kita ternyata masih belum meraih pencapaian yang optimal.

Sehingga dengan ketidakmerataan tersebut berdampak pada kontribusi maupun distribusi kesempatan berupaya masyarakat untuk menaikan taraf hidupnya.

Padahal dana trilyunan Rupiah telah banyak digelontorkan pemerinyah dengan tujuan untuk menghidupkan wilayah-wilayah kampung halaman kita tersebut, seperti untuk sektor pertanian, perikanan, perkebunan dan sektor lainnya maupun dengan cara menerapkan program subsidi langsung.

Tapi entah kenapa perkembangannya masih belum berdampak signifikan, justru yang jadi ironi adalah dana-dana yang disalurkan tersebut terindikasi banyak dipermainkan dan dikorupsi.

Yah kita bisa lihat kenyataannya, dana BUMDes ataupun dana Desa/Kampung, pada pengelolaannya masih ada ditemukan kekurang transparan dan keprofesionalan dalam mengelola, bahkan malah ada yang menguap tanpa jejak karena dikorupsi.

Hal-hal inilah sebenarnya yang jadi kendala dan hambatan, kenapa kampung halaman kita jadi sulit untuk hidup, maju dan berkembang.

Yang jelas, dari kita yang merantau seyogianya juga tak bisa tinggal diam begitu saja, tanggung jawab besar memang diemban oleh pemerintah, tapi tentunya kita juga boleh perduli.

Pastinya dalam proses hidup diperantauan, tentu ada yang sukses ataupun berhasil dan ada juga yang belum berhasil dalam rangka mencapai cita-cita dan tujuan masing-masing.

Maka, tidak ada salahnya bila ada yang telah meraih pencapaian kesuksesan tinggal di rantau, agar tidak terlupa dengan kampung halaman sendiri.

Tentu boleh saja, dengan bukan karena terpaksa tapi dengan segenap ketulusan dan kebesaran hati masing-masing, setidaknya dapat berkontribusi atau memberi sumbangsih untuk menghidupkan kampung halaman sendiri.

Banyak cara sebenarnya agar dapat berkontribusi tersebut, seperti misal membantu meningkatkan kualitas SDM, membuka kesempatan usaha ataupun akses lapangan kerja, dan lain sebagainya disesuaikan kemampuan masing-masing.

Jadi, meskipun jauh di tanah rantau, tapi masih ingat pada kampung halaman dan bisa membantu, berkontribusi, menghidupkan dan memajukan kampung halaman sendiri.

Kampung halaman sendiri maju maka kita tak kan segan untuk pulang, pun ketika kita kembali ke rantau, kan selalu dirindu, untuk selalu kembali pulang.

Tidak bermaksud mengajari tapi semoga menjadi manfaat bersama.


Sigit Eka Pribadi.

VIDEO PILIHAN