Mohon tunggu...
shyla KL
shyla KL Mohon Tunggu... Guru -

Penggemar Sate & Penulis FORWARD for vocational school ,grade X,XI dan XII dan Teropong UN

Selanjutnya

Tutup

Travel Story

Siapkah Toraja Menerima Ledakan Wisatawan ?

2 April 2019   15:05 Diperbarui: 4 April 2019   19:58 133
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Tana Toraja begitu mempesona dengan atraksi wisata yang dapat mengakomodasi semua kalangan mulai anak hingga dewasa dengan selera yang berbeda.

Toraja bukan hanya mempertontonkan budaya yang   mempesona seperti pada acara "Rambu Solo maupun Rambu Tuka"  dimana anda akan melihat 'pesta' yang sangat meriah  dengan pemotongan puluhan bahkan ratusan kerbau ,namun  banyak destinasi wisata lainnya yang bisa dijelajahi  untuk dinikmati yang tak kalah menariknya.

Foto: Travelingyuk.com
Foto: Travelingyuk.com
  Tidak perlu ke China untuk menikmati tantangan meniti jembatan kaca karena sudah ada di Burake,Toraja . 

Foto: Endy A.
Foto: Endy A.
Udara yang sejuk  dengan hamparan padi yang menguning dibawah kaki gunung membuat kaki tak kan lelah untuk berjalan merambah dan mengeksplorasi keindahan alam di Tana Toraja.

Foto: okeinfo.net
Foto: okeinfo.net
Rafting wisata arung jeram Sungai Maiting di Kecamatan Dende Piongan, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan atau bagi anda yang sudah profesional bisa mencoba berarung jeram  menikmati deburan dan kencangnya  aliran sungai Sa'dan (rapid 4) dengan sensasi  yang tidak bisa digambarkan dengan kata-kata untuk mendeskripsikan keindahan pesona alam yang sangat alamiah.

Untuk oleh-oleh khas Toraja  bisa didapatkan di pasar tradisional atau di semua objek wisata yang ada.Tenun Toraja dibawah ini bisa menjadi pilihan utama.

Foto: Endy A
Foto: Endy A
Tiap tahun khususnya bulan Juli-Agustus dan Desember-Januari animo wisatawan nusantara dan asing  berkunjung ke Toraja sangat tinggi dikarenakan pada saat itu banyak diadakan perlehatan budaya yang sudah menjadi tradisi  masyarakat Toraja dan banyak perlehatan tahunan seperti  Lovely December  dan Toraja Marathon yang berskala internasional.

Namun masalah yang timbul yaitu  hunian hotel yang ada tidak memadai khususnya pada saat High Season.Pemda belum berhasil mengajak investor untuk membangun sarana ini dan masyarakat masih sedikit yang mengerti bagaimana memberdayakan hunian ataupun Tongkonan mereka yang kadang tidak berpenghuni menjadi tujuan wisata. Padahal animo wisatawan asing untuk mencoba tinggal bersama keluarga setempat dan Tongkonan cukup tinggi. Hal ini bisa dilihat dari tingginya permintaan untuk menginap di Tongkonan yang sudah di'komersilkan' dan  bernilai jual tinggi. Mereka rela merogoh kocek US$75-150 permalam untuk menginap  di rumah adat toraja.

dokpri
dokpri
                        

dokpri
dokpri
 Ini merupakan PR bagi pemda setempat untuk membina masyarakat agar dapat memanfaatkan peluang ini  dengan menjadikan rumah Tongkonan untuk menjadi penginapan yang cukup layak untuk dihuni terutama pada saat peak season  yang akan berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat setempat.

Perlu upaya terus menerus dalam bentuk sosialisasi,pelatihan untuk menyadarkan pentingnya menjaga  kelestarian budaya dan tatanan sosial agar mayarakat sadar wisata .Kesiapan Tana Toraja dan Toraja Utara untuk menyambut wisatawan juga perlu diantisipasi sesegera mungkin terutama  jika akhir tahun ini bandara Buntu Kuni' akan mulai dioperasikan maka Toraja akan mempunya 2 bandara.Dan jika rencana perbaikan akses jalan dari bandara Bua ,Palopo ke Toraja Utara akan segera  direalisasikan oleh Gubernur maka jumlah wisatawan yang akan datang mengunjungi Toraja akan bertambah cukup signifikan karena selama ini masalah yang dikeluhkan adalah transportasi yang memakan waktu8- 9 jam jika lewat darat dan ini membuat banyak wisatawan  mengurungkan niat mengunjungi Toraja karena keterbatasan waktu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Travel Story Selengkapnya
Lihat Travel Story Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun