Mohon tunggu...
Samuel F Djetul
Samuel F Djetul Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Ilmu Komunikasi_UMBY

Suka nulis aja.!

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Dilema Ganjar Pranowo dan PDI-P

9 Juni 2022   18:37 Diperbarui: 16 Januari 2023   15:09 394
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Pengaruh politik Jokowi yang masih kuat hingga saat ini, digadang-gadang akan menjadi King Maker politik di 2024 nanti. Hal ini artinya, Jokowi bisa mengarahkan arah politiknya bagi Ganjar Pranowo untuk melanjutkan tongkat estafet politiknya kelak.

Sehingga, jika PDI-P benar-benar tidak mau mengindahkan atau memanfaatkan pamor politiknya Ganjar Pranowo saat ini, maka bisa dipastikan PDI-P harus bersiap untuk kehilangan salah satu anggota partai terbaiknya itu, yang saat ini sedang menanjak dan memiliki linimasa politik nasional yang begitu baik. Selain itu, mengingat perhelatan politik juga sudah semakin kian dekat, maka PDI-P juga harus siap, jika kelak nanti ditikung oleh partai lain, di dalam meminang sang gubernur Jawa Tengah itu untuk di majukan sebagai capres RI di 2024 nanti.

KEISTIMEWAAN PDI-P MUNGKINKAH DILEMA BAGI GANJAR PRANOWO?

Lembaga survey Charta Politika Indonesia merilis sebuah hasil survey terhadap kepuasaan responden kepada partai politik di Indonesia. Dalam hasil survey-nya tersebut, PDI-P berada di urutan pertama dengan perolehan elektabilitas 24,7 persen. 

Sedangkan di posisi ke dua ada partai Gerindra dengan perolehan elektabilitas 11,9 persen, kemudian posisi ke tiga yang sebelumnya ditempati oleh partai Golkar disalip oleh PKB dengan perolehan elektabilitas 9,8 persen. Sementara partai Golkar menempati posisi ke empat dengan perolehan elektabilitas 9,2 persen (dalam detik.com).

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) bisa dikatakan saat ini menjadi partai yang cukup tenang. Karena selain dengan elektabilitas partai yang cukup mumpuni, PDI-P juga menjadi satu-satunya partai yang dapat mengusung sendiri calon presiden dan calon wakil presiden RI di 2024 nanti, tanpa bermanuver atau berkoalisi dengan partai lain. 

Hal ini dikarenakan perolehan kursi PDI-P pada pemilihan umum 2019 lalu sudah memenuhi 20% kursi dari total kursi di DPR RI, sebagaimana syarat presidential threshold atau ambang batas pencalonan presiden. Partai besutan oma Megawati Soekarno Putri itu, diketahui mengantongi 27.503.961 atau 19,33 persen suara di pemilihan legislatif 2019. Angka itu jika dikonversikan maka menjadi 128 kursi DPR RI (dalam kompas.com).

Perolehan elektabilitas partai yang cukup baik dan menjadi satu-satunya partai yang memenuhi 20% presidential threshold atau ambang batas pencalonan presiden dan wakil presiden di 2024 nanti, tentu menjadikan PDI-P sebagai partai yang bisa dikatakan saat ini mempunyai keistimewaan tersendiri. Selain itu, sebagai sebuah partai, PDI-P juga memegang mandat sebagai hak restu dari partai. Dan hal ini secara tidak langsung menggambarkan bagaimana kekuatan politik PDI-P yang begitu solid.

Tentu hal ini kemudian bisa saja menjadi dilematis bagi Ganjar Pranowo, jika ingin pergi atau meninggalkan  PDI-P sebagai rumah politiknya selama ini. Oleh karena itu, Ganjar Pranowo perlu berhati-hati di dalam permainan tiki-taka politiknya, jika tidak mau kehilangan arah untuk menuju kontestasi politik di 2024 nanti sebagai calon presiden RI. ***

***

SUMBER REFERENSI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun