Mohon tunggu...
Gede Semadi Putra
Gede Semadi Putra Mohon Tunggu... -

Gede Semadi Putra. Married. Two Children. Born in Denpasar 30th December 1985. Graduated from Monash University, Bachelor of Business Systems, Clayton Campus, in 2006. Currently President Director of OPIMA CAPITAL, Holding Company. Our main business is in Meat Suppliers, Printing, Property Development, Architect Consultant, Hotel Owner and Management, General Contractors, Interior Design & Furniture, Steel Fabrication, Advertising, Financial Institutions, Building Materials Suppliers, Heavy Equipment Rental And Retail Industry. Active in Business Associations such as REI Bali, REI Bali Golf Club, KADIN Bali, HIPMI Bali, PPGI Bali.

Selanjutnya

Tutup

Money Pilihan

Jualan Itu yang Paling Penting Closing..

8 Mei 2016   11:33 Diperbarui: 8 Mei 2016   11:57 460
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

S : Betul pak saya juga ngikutin dan memang seru sepak bola itu, ditambah lagi saat ini kelihatannya baik pemain baru dan pelatih baru biasanya pasti dapat rumah baru ya pak?

K : Iya Betul.. (Konsumen tidak sadar bahwa dirinya digiring kedalam suatu pembicaraan mengenai properti/rumah) Biasanya begitu terpilih menjadi pemain atau pelatih pasti sudah disiapin rumah apalagi sekelas Van Gaal, pasti rumahnya besar ya?

S : Pasti pak dan menurut saya pendukungnya juga mesti punya rumah yang lebih besar nih pak..

K : Ah, Kamu bisa saja.. tapi memang benar sih, sekarang kamar saya sudah tidak cukup lagi, barang-barang anak sudah tambah banyak, sehingga lemari tidak cukup lagi ditaruh di kamar, terpaksa di kamar sebelah....

dst........

Bayangkan jika searing sales tidak memiliki wawasan yang cukup mengenai sepak bola.. Habis sudah percakapan sampai di "Saya Sukanya Sepak Bola"..... jeng jengg, mau bicara apa lagi? stop right there... Mulai sekarang kalo mau jadi sales yang baik, banyak-banyaklah membuka wawasan dan pengetahuan darimanapun..

Memberikan Informasi

Ketika kita sebagai sales sudah mendalami apa masalah yang dimiliki oleh konsumen maka seorang sales harus dapat membimbing calon konsumen dan memberikan informasi produk kepada si calon konsumen serta menunjukkan bahwa produk kita dapat memberikan solusi terhadap permasalahan yang sedang dialami oleh calon konsumen ini. Dalam pemberian informasi ini sebagai sales yang baik selain memberikan informasi bahwa produknya lebih baik, sales juga mesti mempersiapkan pernyataan penolakan jika itu muncul dari si calon konsumen.

Contoh kalimat penolakan yang bisa muncul dari calon konsumen adalah misal sales furniture menawarkan produk, si calon konsumen akan membuat kalimat penolakan seperti "saya tidak suka warna yang ada di dalam brosur ini, saya sukanya kainnya berwarna emas." Jika si sales tidak benar-benar mendalami product knowledge dan tidak mampu menyiapkan jawaban ataupun atas pernyataan penolakan ini maka sales akan kalang kabut dan si calon konsumen akhirnya menemukan pintu keluar untuk batal membeli produk kita. Jika seorang sales ini siap dengan pernyataan penolakan dari konsumen, contoh si sales bisa menjawab "Kita punya pak, semua kain penutup sofa itu bisa by request, jika bapak ingin yang berwarna emas kita bisa buatkan custom made khusus untuk bapak" itu contoh dari sales yang memang mempersiapkan senjata sebelum berperang.

Dalam penyampaian informasi ini targetnya adalah si calon konsumen mendapat informasi terbaik kelebihan produk kita dan apa keuntungan yang akan di dapat oleh calon konsumen dengan membeli produk  yang ditawarkan sehingga muncul sense of urgency dari calon konsumen yang membuat si calon konsumen ini dapat di arahkan ke tahap selanjutnya yang paling penting yaitu CLOSING.

Closing

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun