Mohon tunggu...
Seliara
Seliara Mohon Tunggu... Foto/Videografer - Dentist

Bahagia berkarya dan berbagi sebagai wujud rasa syukur

Selanjutnya

Tutup

Foodie Artikel Utama

Ayam Panggang Gandu, Makanan Khas Saat Mudik ke Kampung Halaman

18 Mei 2021   06:00 Diperbarui: 18 Mei 2021   20:00 3532
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi ayam panggang disajikan lengkap dengan sambal dan aneka sayur: urap, pelas dan sayur oblok (sumber gambar www.samkuliner.com)

Wajan pun harus selalu dipantau. Karena sering terpapar suhu tinggi, maka wajan sering berlubang (bolong). Wajan yang berlubang ini harus segera diganti karena akan mempengaruhi kematangan ayam. 

Sementara itu, hal lain yang perlu mendapat perhatian adalah pinggiran kompor dan wajan harus tertutup rapat dengan tanah liat supaya diperoleh panas yang stabil.

Nah seperti inilah penampakan kompor tanah liat dengan bahan bakar kayu untuk memanggang ayam.   

Ilustrasi ayam dipanggang di atas wajan dari tanah liat (sumber gambar travelingyuk.com)
Ilustrasi ayam dipanggang di atas wajan dari tanah liat (sumber gambar travelingyuk.com)

Penampakan ayam panggang yang baru matang 

Ilustrasi ayam panggang yang baru matang (sumber gambar travelingyuk.com)
Ilustrasi ayam panggang yang baru matang (sumber gambar travelingyuk.com)
Nah, kalau ini adalah penampakan ayam yang baru matang. Bumbunya terlihat crispy matang sempurna. Oya, ada dua jenis bumbu ayam panggang, yaitu bumbu asin gurih dan bumbu rujak pedas. 

Bumbu asin gurih terdiri dari bawang dan bumbu lainnya. Sedangkan bumbu rujak, yaitu bumbu bawang dan cabe sehingga ada sensasi rasa gurih, asin dan pedas.

Saat ke sana, kami selalu memesan bumbu gurih dan bumbu rujak. Biasanya anak-anak kecil memilih bumbu bawang atau bumbu gurih, dan orang tua memilih bumbu rujak karena ada rasa pedasnya. Tapi jangan khawatir, bumbu gurih juga bisa dimakan menggunakan sambal dan urapan yang pedas. 

Sejarah Ayam Panggang Bu Setu

Ilustrasi ayam panggang disajikan lengkap dengan sambal dan aneka sayur: urap, pelas dan sayur oblok (sumber gambar www.samkuliner.com)
Ilustrasi ayam panggang disajikan lengkap dengan sambal dan aneka sayur: urap, pelas dan sayur oblok (sumber gambar www.samkuliner.com)
Menurut Yatini, putri Bu Setu, dulu ibunya berkeliling menjual ayam mentah. Bila ada yang tidak laku, maka ayam tersebut akan dimasak dan dijajakan keliling desa, sampai juga ke desa tetangga sekitar Gandu. 

Ternyata banyak pembeli yang suka. Bahkan ada beberapa yang datang ke rumah untuk memesannya. Akhirnya usaha itu berkembang hingga menjadi besar seperti sekarang.

Dari sebuah masakan desa yang bersahaja, dibuat dengan bahan-bahan berkualitas dan rasa cinta serta ketulusan, lahirlah kuliner yang lezat dan memanjakan lidah.

***

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Foodie Selengkapnya
Lihat Foodie Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun