Mohon tunggu...
Media

Makna Akreditasi Sekolah

1 Juni 2017   12:50 Diperbarui: 1 Juni 2017   13:19 0 0 0 Mohon Tunggu...

Oleh : Sarip Husein

AKreditasi sekolah sebagai proses penjaminan mutu layanan prima pendidikan didalam mencacpai Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang diamanatkan dalam Undang_undang No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional , dalam pasal 60 ayat (1) akreditasi dilakukan untuk menentukan kelayakan program dan satuan pendidikan pada jalur pendidikan formal dan nonformal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan ; ayat (2) akreditasi terhadap program dan satuan pendidikan dilakukan oleh Pemerintah dan/atau lembaga mandiri yang berwenang sebagai bentuk akuntabilitas publik;ayat (3) akreditasi dilakukan atas dasar kriteria yang bersifat terbuka. Selanjutnya. dalam PP 19 Tahun 2005  Pasal 87, ayat (1) Akreditasi oleh Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 86 ayat (1) dilaksanakan  oleh BAN_S/M terhadap program dan/atau satuan pendidikan pada jalur formal  pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.

Adapun 8 Standar Nasional Pendidikan yang disusun oleh BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan) terdiri dari : (1). Standar isi, (2). standar proses, (3).standar kompetensi lulusan, (4). standar pendidik dan tenaga kependidikan, (5)standar sarana dan prasarana, (6) standar pengelolaan, (7) standar pembiayaan, dan (8).standar penilaian pendidikan. Melalui akreditasi, sekolah melalukan evaluasi diri sekolah (eds) dengan cara mengisi instrumen dari 8 standar. dengan jumlah instrumem sebanyak 119 butir.

Hasil Evaluasi Diri Sekolah dikirik ke Badan Akreditasi Provinsi, selanjutnya BAP menugaskan asesor untuk visitasi ke sekolah. Idealnya antara hasil evauasi diri sekolah (penilaian internal) relevan dengan hasil visitasi asesor (penilaian eksternal)¡.

Hasil visitasi asesor akan menghasilkan peringkat akrefitadi sebagai berikut :

1. Peringkat akrefitasi A,jika sekolah memperoleh nilai Akhir Akreditasi (NA) 91 sampai dengan 100.

2. Peringkat akreditasi B, jika sekolah memperolehNilai Akhir Akreditasi (NA) 81 sampai dengan 90.

3.Peringkat akreditasi C (cukup) jika sekolah mempetoldh Nilai Akhir Akreditasi  (NA,) 71 sampai dengan 80.

Apabila perolehan nilai antata 61 sampai dengan 70  D (kurang,) artinya tidak terskreditasi.

Nilsi antara 0 sampsi dengan 60 perongkat E (sangat kurang).

Sudah dapat dipastikan ketika nillai akreditasi sekolah mencapai kriteria A (Sangat baik) semua pihak akan merasa senang. Diharapkan motivasi kerja sekolah bisa meningkat.

Hal yang tidak diharapkan dengan pencapaian kriteria sangat baik , sekolah menganggap pekerjaan sudah selesai, lantas tidak ada lagi tindak lanjut. Padahal seharusnya selesai akreditasi dilakukan refleksi dikaji sisi sisi mana hasil akreditasi yang belum memenuhi standar,harus jadi pekerjaan rumah hal itulah ysng menjadi prioritas perbaikan.

Apalagi untuk sekolah yang peringkat akreditasinya hanya mencapai C, artinya seluruh  personil sekolah harus kerja keras mengkaji setiap point kekurangan untuk diperbaiki.

Makna yang harus menjadi pegangan guru, bahwa melalui akreditasi, sekolah memilkki kepastian dimana posisi sekolah kita?

Imbasnya, kepercayaan masyarakat terhadap sekolah kita akan meningkat, motivasi kerjapun akan meningkat.

Hal yang menjadi pegangan bersama pihak sekolah. wslau bagaimanapun sekolah harus memberi layanan prima. akreditasi buksn hanya mengejar predikat semata,melainksn sebagai instropeksi sejauhmana sekolah telah memberikan pelayanan kepada siswa.

Sumber : Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (2017).

Bandung _ 1 Juni 2017.

 

ALAM SEBAGAI SUMBER BELAJAR

Oleh : Sarip Husein

Saat sahur pagi ini )1 Juni 2017), turun hujan cukup lebat.

Untuk sebahagian orang yang sedang betaktivitas di alam terbuka. Hujan dianggap hambatan, namun untuk sebahagian besar manusia hujan sangat ditunggu_tunggu.

Kita menikmati hujan, ingatkah pada proses terjadinya hujan? Bukankah proses hujan itu begitu panjang?

Ari yang semula naik ke angkasa. setelah turun menjadi hujan,lalu kemana?

Sudahkah air hujan seluruhnya bermanfaat?

Adakah musibah akibat hujan ?

Hujan merupakan bagian siklus air dipermukaan bumi, adanya air di hutan. di laut. di sungai. di pesawahan, pada makhluk hidup, matahari, angin semuanya bagian dari siklus air.

Disaat kita menikmati air, (air melimpah)_ memang kita seakan tidak peduli dan tidak mau tahu bagaimana proses siklus air? lain halnya ketika air tidak ada. seperti pada musim kemarau, kebutuhan akan air sangatlah terasa !

Yang paling menyedihkan ketika terjadi banjir, baik di perkotaan maupun di pedesaan, air menjadi tudingan.

Sebagai khalifah yang berilmu mestinya kita berfikir.
Air sudah Tasybih pada Sang Kholik,begitu pentingnya air. manusia tidak dapat hidup tanpa air, demikian pula makhluk yang lainnya.

Adanya air sungguh menjadi sumber kehidupan, kabutuhan hidup manusia dapat dipenuhi dari air, makanan_makanan bergizi (Sayuran,ikan,daging,susu), betsumber dari air. Suburnya tnah karena air.

Lahirnya ilmuwan_ilmuwan karena adanya air.

Hujan akan jadi sumber belajar sepanjang masa , seharusnya dengan ilmu yang diperolehnya ( diantaranya melalui air), tidak menjadikan manusia merusak air maupun sumber_sumbernya (lingkungan).

Bukankah manusia berkewajiban menata kehidupan (alam tidak dirusak).Adapun ketika manusia sudah menata kehidupan (alam sebagai tempat tinggalnya), namun tetap terjadi banjir. longsor dan sebagainya, itu baru musibah.

Akhirnya, marilah kita ajak anak didik mempelajari hujan (air) secara konteks. harus betul betul menyentuh jiwanya. agar mereka tidak sebatas tahu,ingat paham terampil. melainkan mereka harus senantiasa bersyukur kepada Alloh Swt.

Mereka tidak akan semena_mena menggunakan air, mereka pun akan memelihara lingkungan sebagai bagian proses siklus air.
Wallohu A'lam.

Bandung. 1 Juni 2017.

 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
KONTEN MENARIK LAINNYA
x