Mohon tunggu...
Reno Dwiheryana
Reno Dwiheryana Mohon Tunggu... Blogger

blogger harus punya dedikasi dan harga diri. bersyukur seminim apapun keadaan. umur kian bertambah, jatah hidup di dunia semakin berkurang. mati-matian manusia demi dunia, akan tetapi dunia tidak manusia bawa mati. sebanyak apapun harta manusia tidak akan mencukupi hidup yang singkat ini.

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi Pilihan

Menurut Anda Saling Sindir Antar Brand, Umbar Aib atau Mutual Marketing?

4 Juni 2021   07:44 Diperbarui: 4 Juni 2021   07:47 112 4 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Menurut Anda Saling Sindir Antar Brand, Umbar Aib atau Mutual Marketing?
ilustrasi Samsung vs Apple (Forbes)

Dikutip dari Kompas.com. Akun media sosial Facebook dan Instagram Infinix Indonesia baru-baru ini mengunggah sebuah gambar yang membandingkan keunggulan Infinix Hot 10s dari ponsel kompetitor lain yang dijuluki sebagai "Katanya Jawara".

Dalam unggahan itu tertulis kode "Hot 10s" yang mewakili Infinix dan "9T" yang konon mewakili Redmi 9T.

Namun, unggahan tersebut mengundang respons dari Country Director Xiaomi Indonesia, Alvin Tse. Pasalnya menurut Alvin, informasi yang diberikan pihak Infinix dalam perbandingan tersebut keliru.

Singkat cerita, peristiwa ini menarik perhatian netizen yang turut serta memberikan komentar. Ada yang mencerca apa yang Infinix lakukan, ada yang menanggapi dengan santai, dan ada pula netizen yang memberikan wejangan prihal apa yang sedang terjadi.

Menanggapi hal diatas berdasarkan pengalaman Penulis melihat kejadian tersebut merupakan hal yang terbilang masih wajar dan sebetulnya sangat umum terjadi di dunia teknologi dan gadget.

Logikanya begini jika Country Director Xiaomi Indonesia, Alvin Tse menilai informasi yang diberikan pihak Infinix dalam perbandingan tersebut keliru. Lantas bagaimana "seandainya" informasi yang kompetitor publikasikan akurat.

Pertanyaannya adalah, apakah reaksi yang ditimbulkan akan serupa?

Terjadinya misinformasi dalam proses marketing itu merupakan hal umum yang kerapkali kita temui baik itu disengaja maupun tidak disengaja. Anda-anda pasti akan bertanya, mengapa hal itu dilakukan?

Penulis jawab karena misinformasi dapat menimbulkan rasa keingintahuan terhadap calon konsumen kepada produk. Kenapa demikian?

Bagi calon konsumen "smart", mencari informasi akan suatu produk yang menarik maupun yang ingin ia beli merupakan suatu kewajiban. Informasi baik itu spesifikasi, harga, review, maupun lainnya sangatlah berharga karena semua itu dapat memudahkan konsumen untuk menentukan (mengambil keputusan) akan produk mana yang tepat baginya.

Contoh saja ketika Xiaomi memperkenalkan smartphone Redmi Note 10 dan Redmi Note 10 Pro dengan tagar "JawaranyaAmoled". Tak sedikit yang mempertanyakan apakah betul produk itu hanya layar Amoled ataukah Super Amoled?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x