Mohon tunggu...
Salma Nurfaiza
Salma Nurfaiza Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswi Prodi Sastra Inggris UIN Sunan Gunung Djati Bandung

-

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Misteri Kalung Permata Merah

1 Desember 2022   21:20 Diperbarui: 1 Desember 2022   21:43 473
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

"Apa maksudmu Zia?"

"Kau terlalu naif, kau mudah sekali tersinggung dan tidak bisa mengontrol emosimu." Zia berkata sembari meninggalkan Kathelijn yang mematung di ruang tamu.

Zia kemudian Kembali ke kamar dan membaringkan rohnya untuk masuk kedalam tubuhnya yang sedang tertidur. Namun entah apa yang terjadi, tubuh Zia seperti menolak roh Zia untuk masuk. Zia mulai panik. Dan ternyata itu adalah ulah Kathelijn yang seolah membuat benteng antara tubuh dan roh Zia agar tidak menyatu.

"Apa yang kau lakukan terhadap tubuhku Kathelijn?!" Tanya Zia dengan emosi.

"Lihatlah, sekarang siapa yang mudah sekali emosi. Itulah yang aku rasakan nona, ibuku bagaikan tubuhmu, aku tidak bisa berpisah dengannya." Ucap Kathelijn.

"Baik, sekarang apa maumu Kathelijn?!"

"Berjanjilah padaku untuk membantuku. kirimkan pesanku pada adikku. Bantu aku mencari Ibuku, atau hidupmu dan keluargamu tidak akan tenang Zia, aku bisa membunuh tanpa menyentuh kalian."

"Baiklah, tapi bagaimana caranya, bagaimana aku tahu dimana adikmu tinggal. Belanda sangat luas Kathelijn."

"Pergilah ke kota Nijmegen, adikku tinggal tidak jauh dari Radboud University, ia adalah mantan dosen disana."

"Baiklah, aku akan segera menemuinya."

Roh Zia pun Kembali ke tubuhnya. Ia terbangun dari tidurnya. Zia bingung apa yang harus Ia lakukan sekarang.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
  10. 10
  11. 11
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun