Mohon tunggu...
Sahesti Sri Wulandari
Sahesti Sri Wulandari Mohon Tunggu... Freelancer - Mahasiswa

Mahasiswi prodi Pendidikan Sejarah Universitas Kristen Satya Wacana. Content Writer, Part- Time Teacher, Voice Over.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Nyanyian Rindu Malam Hari

22 Maret 2024   22:43 Diperbarui: 22 Maret 2024   22:45 71
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Langit Malam/pexels.com

Dalam hening malam yang gelap gulita, ketika bintang-bintang bersembunyi di balik awan, rindu datang menyelinap perlahan. Suara angin malam memainkan lagu-lagu kenangan yang menggetarkan hati, membangkitkan nostalgia yang terpendam.

Di ruang kecil yang sunyi, aku duduk termenung di depan jendela. Kilauan bulan purnama menerangi wajahku yang penuh kerinduan. Sejenak, aku terhanyut dalam lamunan tentangmu, tentang kita yang pernah bersama di masa lalu.

Nyanyian malam bergema di dalam dada, membangkitkan kenangan manis yang terpatri dalam ingatan. Suara gemuruh hujan di luar menambah nuansa kesepian, seolah menyatu dengan getaran hati yang merindukan kehadiranmu.

Setiap tetes hujan yang jatuh seperti melodi yang melengkapi nyanyian rindu dalam diri. Aku menghela nafas panjang, mencoba meredakan keinginan untuk bertemu, untuk merasakan hangatnya dekapanmu lagi.

Malam berlalu dengan lambat, tapi rindu tetap menggema di dalam jiwa. Nyanyian ini terus mengalun, menjadi pengiring setiap langkah yang aku ambil. Meskipun jarak memisahkan, namun rindu ini tetap abadi, terukir dalam kalbu yang tak lekang oleh waktu.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun