Mohon tunggu...
Safira Fitriani
Safira Fitriani Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa/Universitas Pendidikan Indonesia

Saya merupakan salah satu mahasiswa di universitas negeri, hobi saya adalah memasak dan membaca, konten yang saya sangat minati adalah beauty vloger.

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Sosialisasi Bantuan KJP kepada Orangtua Murid Kelas 1 Serta Kegiatan Pelatihan Edukasi di MI Miftahul Huda A

3 Agustus 2022   07:00 Diperbarui: 3 Agustus 2022   07:06 114 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Sosialisasi KJP (Dokpri)

Perguruan tinggi merupakan salah satu pendidikan formal yang ditempuh oleh mahasiswa untuk mendapatkan gelar sarjana. Sebelum mendapatkan gelar tersebut, mahasiswa diharuskan untuk mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang bertujuan untuk melahirkan pemuda terpelajar, mandiri, kreatif, dan inovatif. 

Salah satu isi dari Tri Dharma Perguruan tinggi adalah Pengabdian Kepada Masyarakat. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) saat ini sedang mewujudkan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pengabdian Kepada Masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata-Tematik (KKN-T) dengan tema “Pemberdayaan Masyarakat Berbasis SDG’s Desa dan Rekognisi MBKM".

KKN ini diadakan selama kurang lebih 30-40 hari dimulai dari tanggal 11 Juli 2022 hingga 10 Agustus 2022 dengan menguatkan dan meningkatkan program SDG’s Desa (Suistanable Develpoment Goals) Desa. Pencetus dari program ini adalah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tanggal 25 September 2015. 

Beberapa tema desa yang telah di atur dalam Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2019, yaitu: (1) desa tanpa kemiskinan dan kelaparan; (2) desa peduli kesehatan; (3) desa peduli pendidikan; (4) desa ramah perempuan; (5) desa ekonomi tumbuh merata; (6) desa peduli lingkungan; (7) desa berjejaring; (8) desa tanggap budaya.

Salah satu mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia yaitu Safira Fitriani merupakan anggota kelompok 187 sekaligus penulis yang mengikuti KKN Tematik UPI semester genap tahun 2021/2022 dan mendapat tema “Desa tanpa Kemiskinan” . Penulis menjalankan kegiatan KKN Tematik ini di wilayah RW.07 Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat.

Program kerja yang dilakukan penulis untuk mengurangi kemiskinan di wilayah RW.07 adalah dengan melakukan pendataan siswa yang mendapatkan Kartu Jakarta Pintar atau yang tidak mendapatkan Kartu Jakarta Pintar di Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Huda A. Selain itu, setelah mendapatkan data tersebut dari kepala sekolah Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Huda A penulis melakukan sosialisasi kepada orang tua murid kelas 1 secara tatap maya melalui Whatsapp Grup. 

Sosialisasi ini membahas mengenai penjelasan apa itu bantuan sosial Kartu Jakarta Pintar, bagaimana mekanisme pembuatannya, apa saja persyaratan yang diperbolehkan dan yang dilarang setelah mendapatkan bantuan sosial Kartu Jakarta Pintar, dan lain sebagainya. Tujuan dari sosialisasi ini adalah agar orang tua murid tidak buta akan bagaimana cara pembuatannya sehingga nantinya akan mempermudah sekolah untuk verifiksi data yang akan dikirim ke pusat pembuatan Kartu Jakarta Pintar.

Selain program kerja dengan tema “Desa tanpa Kemiskinan”, penulis melakukan kegiatan program kerja unggulan desa yaitu “ Desa pendidikan sepanjang hayat” yang dilakukan dengan memberikan pelatihan kepada guru-guru mengenai cara membuat media pembelajaran dan memberikan edukasi dan pendampingan mengenai cara membuat media tersebut kepada murid-murid.

Media pembelajaran merupakan suatu cara yang digunakan untuk menyampaikan pesan ataupun informasi dalam proses belajar dan mengajar sehingga media pembelajaran dapat menstimulasi peserta didik untuk minat dalam belajarnya. Kegiatan pelatihan kepada guru-guru MI Miftahul Huda A , yaitu dengan menginformasikan serta mempraktikan bagaimana cara membuat media pembelajaran “Membatik diatas Tisu”.

Membatik diatas Tisu adalah salah satu cara atau pembuatan media pembelajaran yang sangat sederhana dan dapat digunakan untuk proses pembelajaran di sekolah (melalui pembelajaran seni budaya). Manfaat dari pembuatan media pembelajaran ini meliputi (1) melatih motorik halus atau jari-jari tangan peserta didik; (2) Membantu mengembangkan kognitifnya yaitu mereka akan dapat mengembangkan imajinasinya sehingga dapat berpikir secara kreatif untuk menciptakan motif-motif batik yang indah. Alat dan bahan yang digunakan juga cukup sederhana yaitu dengan menyiapkan selembar tisu dan spidol warna-warni.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan