Mohon tunggu...
Desri Amalia
Desri Amalia Mohon Tunggu... Pribadi

Jalan-jalan | Makan-makan | Foto-foto

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Bahayanya Ulama Titipan

13 Mei 2019   08:02 Diperbarui: 13 Mei 2019   08:05 0 0 0 Mohon Tunggu...

Membaca dan memahami sejarah Indonesia. Pasti bakal ditemukan bahwa bentuk negara dan segala kehidupan kebangsaannya kini sebab adanya peran ulama.

Ulama kala itu tak memaksakan kehendak dan kepentingannya bahwa Indonesia adalah negara Islam. Tapi justru bersepakat adalah negara Pancasila.

Terus kenapa sekarang tiba-tiba muncul pemaksaan dari yang mengaku ulama untuk mencoba mengganti Pancasila? Padahal kadar pengetahuan agamamya minim dibandingkan tokoh-tokoh agama zaman kemerdekaan.

Ini ulama 'nyeleneh'. Maaf, bukan bermaksud menista ulama atau pemuka agama. Tapi yang mengaku ulama itu seperti buta sejarah.

Sejarah sudah membuktikan sejak zaman kemerdekaan amat cintanya mereka pada NKRI. Lalu sekarang ada gagasan khilafah? Mereka bahkan menyebut NKRI tak sesuai kaidah Islami.

Apa ada titipan kepentingan untuk mengubah NKRI? Apa ada instruksi menghancurkan NKRI dengan dibuat dalih agama dan ulama? Rasanya tak salah kalau analisisnya mengarah ke situ.

Apa hasrat berkuasa yang mengaku ulama itu amat besar? Sehingga mereka harus mengembuskan isu mengganti NKRI -misalnya dengan khilafah- supaya dapat merebut kekuasaan.

Ah, para yang mengaku ulama itu tak membawa misi keislaman jika menilik misinya. Kemudian dikomparasi dengan sejarah ulama yang menegakkan NKRI. Para pengaku ulama anti-NKRI itu berpikir politis. Namun sesat.

Mereka disusupi kepentingan politis. Yang penting bukan NKRI, lalu nanti 'mengekor' kepada tuannya. Bukan mengecilkan ulama. Tapi ada yang mengaku ulama tapi mengganggu sistem kebangsaan kita.

Yang Islami itu adalah perbuatan. Tindakan. Ucapan. Bukan mengubah NKRI. Mari melawan pengaku ulama yang dititipi kepentingan mengubah NKRI.*