Mohon tunggu...
Rustian Al Ansori
Rustian Al Ansori Mohon Tunggu... Administrasi - Menulis kehidupan, Menghidupkan tulisan

Pernah bekerja di lembaga penyiaran, berdomisili di Sungailiat (Bangka Belitung)

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Di Taman Itu

16 September 2023   11:40 Diperbarui: 16 September 2023   11:53 70
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Di taman itu kau sedang membagikan waktu
Memberikan beberapa bilah sembilu
Mereka sedang beramai-ramai menakut-nakuti
Membiarkan harapan semu setelah itu pergi berlari

Mereka tidak berani sendiri
Nyawa ada di keramaian
Kehadiran hanya semusim tanpa berganti
Karena akan pergi setelah waktu menandakan mati

Baca juga: Menyuling Air Mata

Di taman itu kau sedang menunggu malam
Menyaksikan beramai-ramai sembilu menikam
Tanpa ada yang melerai
Karena mereka pembantai

Tidak ada yang mati
Hanya waktu yang berhenti
Mereka telah dikutuk menjadi tuli
Setelah telinga mereka tersumbat karena dehidrasi

Di taman itu
Kau membantu
Telah kehilangan waktu
Gram sediri mematahkan sembilu

Sungailiat, 16 September 2023

Baca juga: Dicekal Malam

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun