Mohon tunggu...
Rustian Al Ansori
Rustian Al Ansori Mohon Tunggu... Menulis

Pernah bekerja di lembaga penyiaran, berdomisili di Sungailiat (Bangka Belitung)

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | Pagi

7 Juni 2020   06:37 Diperbarui: 7 Juni 2020   07:04 28 12 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Puisi | Pagi
Ilustrasi (dokpri)

Yang ditunggu, dengan isyarat bermula dari matahari
Telah terbit berarti telah datang sendiri pagi


Matahari telah menjadi ruh pagi
Deburan ombak menjadi jantung pagi
Gunung yang tinggi menjadi kepala pagi
Sungai yang panjang adalah urat nadi pagi
Batu-batu karang telah menjadi tulang penguat pagi
Tanah adalah kulit mulus pagi
Ia adalah pengganggu pagi

Ruh pagi diganggu pertengkaran
Jantung pagi dicemari minyak yang berserakan
Kepala pagi digunduli pembabat hutan
Nadi pagi telah dikotori limbah berserakan
Tulang penguat pagi dipecahkan untuk bangunan
Kulit mulus pagi telah digali untuk penimbunan
Ia telah mengganggu pagi

Sungailiat, 7 Juni 2020

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x