Mohon tunggu...
Masrufah_ihsan
Masrufah_ihsan Mohon Tunggu... bermanfaat bagi sesama tak perlu harus menunggu waktu yang tepat, selalulah bermanfaat bagi yang lain

الطلبة قسم تعليم اللغة العربية

Selanjutnya

Tutup

Gayahidup

Kerjasama dalam Ujian, Apakah Membantu Nilai Kita?

16 Desember 2018   09:15 Diperbarui: 16 Desember 2018   09:28 0 1 0 Mohon Tunggu...

Kerja sama dalam ujian, apakah membantu nilai kita?

Di dunia sekolah bagi orang yang lumayan bersungguh-sungguh dalam belajar adalah nilai ketika ujian, karena nilai dari guru itu simbol dari hasil belajar kita,

Sehingga kadang demi untuk mendapatkan nilai bagus agar sesorang di anggap bisa dan naik kelas usaha apapun dilakukan, mullai nyontek atau yang lebih sederhana adalah bekerjasama dalam mengisi ujian dengan teman sebelah kita, benarkah kerjasama dalam mengisi ujian dari guru kita membantu kita memperoleh nilai baik.?

Ok temen-temen mohon maaf saya menceritakan pengalamn saya sendiri bukan untuk dipuji atau mengumbarkan keburukan maupun kebaikan saya, tujuannya agar kita bisa belajar dari kehidupan orang lain.

Dari  dulu saya sekolah, saya memiliki satu prinsip dalam mengerjakan ujian, yaitu tidak nyontek dan tidak bekerja sama dengan teman saya, karena prinsip saya, "HARUS PUNYA NILAI MURNI", sehingga di sekolah saya sering dibenci teman, namun tetap saya tidak peduli, saya bisa berikan jawaban keteman saya, tapi saya tidak akan mengisi jawaban soal saya dengan jawaban teman saya. Dan alhamdulillah nilai memang kadang memuaskan dan kadang juga tidak, saya tak sedih akan itu, saya bisa faham dengan kemampuan saya.

dan sekarang di masa menjadi mahasiswa dimana keadaanya sangat berbeda ketika menjadi siswa yang biasanya menerima materi dari guru lalu kita konsumsi dengan baik, di masa kuliah ini mahasiswa di tuntut untuk mencari materi sendiri, memahani sendiri, menjelaskan sendiri, dan dosen menambahkan penjelasan sedikit.

Prinsip saya  untuk mencapai nilai murni masih  bejalan sampai pada semester tiga, dan alhamdulillah IP masih bisa di bilang tinggi, lalu semester selanjutnya yaitu semester 4, disini saya masih berusaha menetapkan prinsip saya, meskipun saya melihat disekitar yang kadang mengerjakan soal dengan bekerja sama, ada yang juga buka internet, saya tak peduli. 

Hingga ada waktu yang membuat saya memaksakan diri untuk bekerjama dalam ujian, hal ini sudah  dirasakan salah, namun saya mengesampingkan pemikiran itu, saya bekerja sama dengan teman saya ini adalah pertama kalinya. Dan hasil dari IP semester 4 adalah nilai turun , saya coba berfikir  mungkin ini adalah kesalahan saya, mungkin kurang giat atau apalah, atau mungkin ini adalah tegoran dari yang maha tau kalau saya sudah tidak sejalan dengan prinsip saya.

Dan tepatnya sekarang sudah semester lima, semester lima ini sangat melelahkan karena tugas yang setiap hari selalu nambah dan juga ujian yang rata-rata Takehome, semester ini Amazing, ada satu matkul dimana ini di ujikan secara tulis, dan lagi-lagi saya  mengesampingkan prinsip saya, saya bekerjasama mengisi soal deni soal, mungkin jawaban saya dengan teman saya sama persis, dan kami periksa memang ada beberapa yang salah. Sudahlah saya lega salahnya Cuma sedikit. 

Namun ternyata lega itu Cuma di awal, nilai keluar dan ternyata nilai saya dan teman yang bekerja sama dengan saya berbeda. Sejenak saya merasa marah dan ingin mempertanyakan tentang dimana salah saya. Tapi  saya kira ini adalah tegoran kedua dari ia yang maha tau, kalau prinsip yang sebelumya itu sudah benar, dan janganlah coba menghilangkan itu.

Dari sinilah dan dari pengalaman ini lah, saya mengatakan tetaplah pada prinsip dan kejujuran. Bagi kalian yang mengira kerjasama dalam ujian itu akan membantu kita berhasil itu adalah sebuah kesalahan. Pada hakikatnya keberhasilan itu adalah dari kita sendiri, maka yakinlah pada diri kita sendiri, jika kita saja tidak percaya pada diri kita sendiri lalu bagaimana dengan orang lain?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x