Mohon tunggu...
Rudy W
Rudy W Mohon Tunggu... Lainnya - dibuang sayang

Ngopi dulu ☕

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Drama dan Tragedi di Serie-A Italia

28 Mei 2019   08:00 Diperbarui: 28 Mei 2019   08:03 361
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Senin (27/5/2019) dinihari WIB adalah laga pekan terakhir (ke 38) Liga Italia Serie A. Dengan klasemen akhir, juara adalah Juventus dengan poin 90. Poin itu diraih dari 28 kemenangan, enam seri, dan enam kekalahan.

Napoli bertengger lagi di posisi kedua dengan 79 poin dari 24 menang, 7 seri, dan 7 kalah.

Pertama ikut Liga Champions sejak 1907

Hasil mengejutkan diraih Atalanta, di musim 2018-2019 Atalanta yang sukses berada di tempat ketiga. Pada pekan ke 38, Atalanta mengalahkan Sassuolo dengan skor 3-1. Mereka mengumpulkan poin akhir 69 yang sama dengan Inter Milan, namun Atalanta memiliki selisih poin yang lebih baik dari Inter Milan.

Tak pelak, ini merupakan penantian yang sangat panjang bagi Atalanta untuk dapat ikut berkompetisi di ajang Liga Champions. Sejak berdiri pada 17 Oktober 1907, inilah pertama kalinya Atalanta dapat menikmati laga beradu di Liga Champions. Berarti itu memakan waktu 111 tahun!

Seperti diketahui, syarat untuk dapat mengikuti kejuaraan bergengsi antar klub Eropa itu adalah klub harus minimal berada di empat besar kompetisi Liga utama negaranya.

Sementara itu, hasrat AC Milan untuk menduduki empat besar pupus sudah, karena walaupun menang 3-2 atas SPAL di laga pamungkas, namun di lain pihak, Inter Milan pun menang 2-1 atas Empoli. AC Milan hanya terpaut satu poin saja dari peringkat keempat Inter Milan.

Pasukan Gennaro Gattuso sangat kecewa dengan hasil yang diperoleh, mereka hanya mengumpulkan angka 68, terpaut dengan Inter Milan yang mengoleksi 69 angka.

Sehingga mereka gagal untuk turut serta berlaga di Liga Champions musim depan. Mereka hanya berada di posisi kelima.

Pelatih AC Milan mengungkapkan kekecewaannya, "Harus dievaluasi,".

Drama dan Tragedi

Sementara itu, pelatih Inter Milan, Luciano Spaletti menyebutkan bahwa tim yang diasuhnya memang layak untuk masuk Liga Champions. "Saya tidak terkejut, permainan memang bagus," ujarnya.

Pada laga yang digelar di Stadion Guisseppe Meazza pada Senin (27/5/2019) WIB itu Inter Milan menundukkan Empoli dengan skor 2-1. 

Laga hingga turun minum, skor masih imbang 0-0.

Wajib menang untuk ikut Liga Champions, Inter Milan langsung melakukan gebrakan sejak kick off. Peluang bagus dari Ivan Perisic dan Radja Nainggolan masih mandul.

Kedua tim di babak pertama upaya serangan mereka belum berhasil membuahkan gol.

Babak kedua baru berjalan enam menit, tembakan keras dari Keita Balde memberangus gawang Empoli yang dikawal Dragowski. 1-0 Inter unggul.

Pada menit ke 60, wasit memberi hadiah penalti untuk Inter setelah Mauro Icardi dilanggar oleh kiper Dragowski. Namun sayang, Icardi yang mengambil sendiri tembakan duabelas pas itu, gagal melaksanakan tugasnya. Skor masih 1-0. Dragowski mampu mementahkan duabelas pas Icardi.

Keperkasaan Dragowski, membangkitkan moral para pemain Empoli, mereka menggedor pertahanan Inter.

Nyatanya berhasil. Hamed Junior Traore menuntaskan bola terusan dari Salih Ucan. Skor imbang menjadi 1-1.

Pemain keturunan Indonesia, Radja Nainggolan menjadi pahlawan kemenangan Inter. Diawali dengan tembakan keras Matias Vecino yang membentur tiang gawang. Bola menjadi rebound. Rebound si kulit bundar ini lantas tidak disia-siakan Radja Nainggolan untuk memaksa Dragowski memungut bola dari sarangnya. Skor pun berubah menjadi 2-1 untuk Inter.

Apabila Empoli dapat menyamakan skor hingga akhir laga, maka mereka akan tetap bertahan di Serie A musim depan. Tapi tuan rumah memiliki kiper gemilang Handanovic.

Di masa injury time, Marcelo Brozovic mencetak gol lagi untuk Inter. Namun setelah melihat tayangan VAR, terlihat di sana Keita Balde menarik kiper Dragowski yang akan mundur. Inter pun harus bermain dengan sepuluh orang, karena Balde diganjar kartu merah. Gol jadi urung.

Namun waktu tinggal sangat sedikit, wasit pun meniup peluit panjang tanda laga berakhir. Skor akhir menjadi tetap 2-1 milik Inter Milan.

Yang perlu diingat dan dicatat dari laga di atas. Kemenangan Inter berarti mereka berada di empat besar klasemen akhir. Mereka berhak main di Liga Champions musim depan. Sedangkan, bagi Empoli dengan kekalahan dari Inter tersebut, mereka resmi terdegradasi ke Serie B musim depan. Drama dan tragedi. Empoli memiliki poin yang sama dengan Genoa yang berada persis di batas zona degradasi(17), cuma Empoli terdegradasi karena cuma beda selisih gol 1 (satu)! Andai tadi bermain seri dengan Inter, tentu mereka masih bernafas dan hidup di Serie A. Drama dan tragedi.

Pada akhir laga, pelatih Inter Milan Luciano Spaletti berujar,"Kami mohon maaf kepada Empoli, mereka terdegradasi ke Serie B, tapi Inter juga berhasrat ke Liga Champions,". Sebenarnya, Luciano Spaletti punya banyak teman dan ikatan di klub Empoli ini.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun