Mohon tunggu...
Rudy Yuswantoro
Rudy Yuswantoro Mohon Tunggu... Lainnya - Puisi adalah jiwaku

Penikmat Literasi || Pecandu Rindu || Pemital Aksara

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Puisi | Segumpal Rindu Kota Ngawi

19 Juni 2017   13:54 Diperbarui: 19 Juni 2017   13:59 1088
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

setetes air mata mengalirtersimpan wajah dalam kenanganrindu merangkul erat di jantung kalbutak mampu kubertahan dari gejolaknya duh, kota Ngawipesonamu membayangi setiap waktutak nyenyak tidur dalam pembaringankuresah gelisah mengurung membakar jiwa di kursi pasi depan teras mertuaantara segelas kopi dan segelintir rokoksetengah tujuh malam berirama suara jangkrikdesah panjangku terasuki kerinduan kian mendalam ah, benar kata si mboksejauh mana kaki di kota laintak akan hilang tempat kita dilahirkanwalau hanya sejenak datanglah menabur doa Surabaya, 19 Juni 2017 l 13.53 wib

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun