Mohon tunggu...
Rudy Subagio
Rudy Subagio Mohon Tunggu... Lainnya - Just ordinary people, photograph and outdoors enthusiast, business and strategy learner..

Hope for the Best...Prepare for the Worst ...and Take what Comes. - anonymous- . . rudy.subagio@gmail.com . . Smada Kediri, m32 ITS, MM48 Unair

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Artikel Utama

Mana yang Lebih Penting, Mengubah Gaya Hidup atau Keterampilan Mengelola Keuangan?

5 Desember 2021   11:15 Diperbarui: 5 Desember 2021   19:50 5274
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Dengan kondisi yang demikian, keluarga ini sangat yakin mereka akan baik-baik saja di masa pensiun nanti. Jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan dan tidak perlu menurunkan gaya hidup "seperti orang susah".

Tiga tahun berlalu setelah kedua sahabat ini memasuki masa pensiun, ternyata keadaan berbalik. Agus kelihatan lebih sehat dan enerjik seolah tidak ada masalah besar yang dihadapi selama pensiun. Sebaliknya Budi kelihatan kurang bahagia dan raut wajahnya kelihatan lebih tua dari Agus.

Ilustrasi menikmati hari tua | Sumber: Business Insider
Ilustrasi menikmati hari tua | Sumber: Business Insider

Setelah pensiun, keluarga Budi hidup seperti masa sebelum pensiun, mereka masih mempertahankan beberapa buah mobil dengan alasan kalau keluarga besar ada acara seperti biasa mereka akan menyediakan mobilnya untuk dipakai bersama.

Mereka juga masih sering makan di resto, liburan atau mengajak sanak saudara makan bersama. Selain itu kalau mereka sakit mereka enggan menggunakan kartu BPJS, alasannya ya ndak level lah, masak seperti "orang susah" harus ngantri lama dan "tidak dianggap" oleh para nakes di RS.

Di tahun pertama mereka masih bisa mempertahankan gaya hidup ini meskipun hasil dari bunga deposito masih jauh dari pengeluaran setiap bulan namun masih ada uang cash dari sebagian pesangon dan simpanan dibank yang tidak didepositokan.

Memasuki tahun ke-dua uang simpanan di bank yang bisa ditarik sewaktu-waktu mulai habis, sehingga praktis hanya mengandalkan bunga deposito setiap bulannya. Tapi ini jauh dari cukup untuk menopang gaya hidup selama ini, jadi mereka mulai menggunakan kartu kredit untuk menutup pengeluaran, toh nanti bisa dibayar dengan mencairkan sebagian "kecil" deposito yang ada.

Memasuki tahun ketiga masalah mulai muncul, kartu kredit yang harus dilunasi mulai membengkak sehingga sebagian deposito harus dicairkan. Akibatnya deposito menjadi berkurang sehingga bunga yang diterima semakin kecil dan semakin besar gap antara pemasukan dan pengeluaran.

Selain itu masalah kesehatan juga mulai muncul yang harus ditangani dengan serius sehingga menguras dana yang cukup besar karena mereka enggan menggunakan BPJS. Lagi-lagi mereka harus merelakan barang-barang kesayangan dijual untuk menutup pengeluaran ini.

Pada titik ini, keluarga ini menyadari kondisinya, mereka harus mengubah gaya hidupnya selama ini, tidak bisa mereka terus-terusan hidup "lebih besar pasak daripada tiang" seperti yang selama ini mereka laukukan.

Namun merubah gaya hidup tidak semudah yang dibayangkan, banyak hal yang biasanya dibanggakan sekarang tidak ada lagi dan harus menerima kenyataan bahwa kita memang "orang susah". 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun