Mohon tunggu...
Ronny Rachman Noor
Ronny Rachman Noor Mohon Tunggu... Lainnya - Geneticist

Pemerhati Pendidikan dan Budaya

Selanjutnya

Tutup

Money Artikel Utama

Perang Rusia-Ukraina Menjelma Menjadi Perang Ekonomi Pemicu Krisis Pangan Global

5 Juni 2022   09:13 Diperbarui: 6 Juni 2022   12:11 2066
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi ketersediaan pupuk. (sumber: SHUTTERSTOCK/FOTODUETS via kompas.com)

Kenaikkan Food Price Indek di berbagai negara. Sumber. Reuters 
Kenaikkan Food Price Indek di berbagai negara. Sumber. Reuters 

Tiga negara ynga Food Price Indeknya meningkat tidak terkendali. Sumber: Reuters. 
Tiga negara ynga Food Price Indeknya meningkat tidak terkendali. Sumber: Reuters. 

Perang Rusia dan Ukraina tidak saja mengganggu suplai bahan pangan dunia namun juga meningkatkan biaya pengangkutan dan pengiriman bahan pangan.

Kombinasi kenaikkan biaya pengiriman dan kenaikan harga minyak dan gas inilah yang saat ini menjadi pemicu meroketnya harga pangan global.

Apa yang terjadi saat ini memang sangat ironis, karena FAO menyampaikan bahwa stok pangan dunia saat ini sedang dalam keadaan surplus, namun di lain pihak jutaan orang terancam kelaparan.

Tantangan terberat yang akan dihadapi dunia diperkirakan akan terjadi pada tahun 2023 mendatang karena jika tidak dicarikan solusinya maka krisis pangan global akan terjadi lebih hebat lagi dan akan memakan korban lebih banyak lagi.

Jika diamati data yang dikeluarkan oleh FAO tersebut maka kita akan dapat melihat bahwa dalam kurun waktu 6 tahun terakhir ini jumlah penduduk dunia yang mengalami kekurangan pangan meningkat secara drastis.

Situasi ini semakin memburuk ketika perah perang Rusia dan Ukraina yang menambah rumit penyediaan dan distribusi pangan global.

Jika ditelisik lebih dalam lagi maka meningkatnya resiko krisis pangan ini disebabkan oleh kombinasi sistem pangan yang rapuh, sistem pemerintahan yang buruk, konflik dan perang serta perubahan iklim global yang terjadi dalam kurun waktu 5 tahun terakhir ini.

Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh FAO jumlah penduduk dunia yang memerlukan bantuan mengatasi kekurangan pangan ini meningkat 200 % dalam kurun waktu 5 tahun terakhir ini.

Bahkan kini Ukraina yang dikenal sebagai penghasil pangan dunia ini memiliki resiko yang sangat tinggi untuk mengalami krisis pangan yang menyebabkan penduduknya kelaparan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun