Choirul Huda
Choirul Huda wiraswasta

Penulis di Kompasiana (Kompasianer) yang hobi reportase untuk menulis catatan harian, musik, olahraga, fiksi, dan sebagainya. @roelly87 (www.roelly87.com)

Selanjutnya

Tutup

Regional

Ramadhan, Sepinya Musholla Menjelang Lebaran...

26 Agustus 2011   14:47 Diperbarui: 26 Juni 2015   02:27 355 4 0
"Seperti sudah menjadi tradisi setiap tahun, pada Bulan Ramadhan menjelang Idul Fitri dapat dipastikan hampir setiap Musholla atau Masjid menjadi sepi dan ditinggal Jamaahnya. Entah itu ada yang pulang kampung atau juga pada berbelanja pakaian untuk Lebaran..."

*  *  *

Sholat Taraweh pada malam yang ke 26 ini sungguh sepi, di Musholla tempat saya tinggal, dari segitu besarnya ruangan. Yang datang untuk sholat hanyalah 12 orang (termasuk saya). Sungguh seperti tradisi tahunan yang selalu berlanjut di setiap bulan Ramadhan. Yaitu, Masjid/ Musholla hanya ramai pada minggu pertama puasa, minggu kedua selanjutnya sangat sepi. Apalagi menjelang Idul Fitri, praktis hanya segelintir orang saja seperti yang nampak di foto.

[caption id="attachment_126778" align="aligncenter" width="442" caption="Dari lima shaft, hanya tersisa satu shat saja! "][/caption] Namun, meski sepi begitu tidak menyurutkan langkah kami untuk tetap beribadah. Karena justru di sepuluh malam terakhir sepertiga Ramadhan inilah keberkahan datang menghampiri bagi orang-orang yang menjalankan perintahNya. Memang sepinya Musholla di daerah kami ini tidak dapat disalahkan, karena ada sebagian warga yang melakukan Mudik ke kampung tercinta untuk dapat berkumpul bersama keluarga pada Idul Fitri nanti. Selain itu yang sangat disayangkan adalah ramainya Mall atau pusat perbelanjaan yang penuh diskon, membuat sebagian Umat Muslim untuk sementara berbondong-bondong kesana membeli pakaian lebaran. Berkebalikan dengan suasana di pelosok kampung yang saat ini sedang ramai-ramainya, karena banyak perantau yang sudah balik ke asalnya untuk bersilaturahmi kepada keluarga tercinta. Berikut ini beberapa gambaran sepinya suasana Sholat Taraweh yang diambil penulis, di Musholla  di daerah Jembatan Lima, Jakarta Barat. [caption id="attachment_126779" align="aligncenter" width="442" caption="Saat mendengarkan Tausiah Sholat Taraweh"][/caption]

*  *  *

[caption id="attachment_126781" align="aligncenter" width="442" caption="Tempat Sholat untuk Perempuan, kosong melompong..."][/caption]

*  *  *

[caption id="attachment_126786" align="aligncenter" width="442" caption="Pengumuman Zakat Fitrah"][/caption] Ah, padahal kapan lagi kita bisa melaksanakan Ibadah Puasa dan Sholat Taraweh, karena tahun depan belum tentu dapat bertemu (lagi) dengan Bulan Ramadhan...

*  *  *

[Telkomsel Ramadhanku] * * * * Choirul Huda * * * * _______________________________________________________________________________ Foto: ilustrasi Dokumen Pribadi Note: Catatan Sholat Taraweh kemarin, pada malam yang ke 26 _______________________________________________________________________________ Serial Ramadhan Lainnya: - Serial Ramadhan: Lebaran Cuma Sehari, Sibuknya Berbulan-bulan...! - Ramadhan, Hukum Rimba di Jakarta menjelang waktu "Berbuka" Puasa... - Ramadhan, Antara Sepinya Lokalisasi dan PSK yang Mudik - 17 Agustus: Hari Kemerdekaan yang Rakyatnya sama sekali Belum Merdeka...! - Geliat Pedagang Nanas menjelang Lebaran (I) - Ramadhan, Metamorfosis Sebelum Bulan Puasa, Saat ini dan Setelah Lebaran... - Ramadhan, Mudik Naik Motor untuk Mengirit atau malah... - Ramadhan, Brakkk. Pergi mencari Gelar: Pulang tinggal Nama… - Antara Lebaran, Leburan dan Liburan?