Mohon tunggu...
Suripman
Suripman Mohon Tunggu... Akuntan - Karyawan Swasta

Rakyat biasa, yang mencoba melihat kehidupan bangsa dari sebuah sudut negeri tercinta. Tanpa prasangka, tanpa memihak, mengalir apa adanya.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Pada Sebuah Jeda

2 November 2022   11:55 Diperbarui: 2 November 2022   12:11 85
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
https://www.heidicoker.com/heart-2-heart-blog/pause

seperti sungai yang mengalir
dari ketinggian gunung-gunung
melandai hingga pesisir
di lautan ia berujung

seperti hujan yang turun
dari hitam beratnya awan-awan
berawal pada titik-titik embun
Ia kembali membasahi dedaunan

bukankah semua adalah persinggahan?
pada daur ulang kehidupan?
maka ditengah-tengah perjalanan
eloklah kita ingat pada tujuan

agar tidak tersesat
di waktu yang tinggal sesaat
supaya setiap gerak
dapat kita jawab dengan tegak

maka hati hendaknya merunduk
tak perlu amal ibadah diunjuk
cukuplah di hening malam buta
suara nurani kita jaga

sebab biduk usia akan ditambatkan
lampu-lampu akan padam
hingga waktu kembali ke Alam
layak menerima tuaian 


Jakarta, 2 November 2022

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun