Mohon tunggu...
Rini Apriliani
Rini Apriliani Mohon Tunggu... Freelance Content Writer

Jurnalistik'17 Wattpad: Brownieslumer

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Pandemi Covid-19 Belum Usai, New Normal buat Mahasiswa Dilematis

24 Juni 2020   01:01 Diperbarui: 24 Juni 2020   01:02 201 1 0 Mohon Tunggu...

Virus corona pertama kali ditemukan pada Desember 2019, di Kota Wuhan, China. Penyebarannya telah berkembang begitu pesat. Ratusan, bahkan hingga jutaan orang diberbagai Negara telah menjadi korban dari virus mematikan ini. Gejala yang sulit dikenali, dan muncul sedikit lama setelah penderita terjangkit, membuat pencegahan menjadi lebih sulit untuk dilakukan.

Tak hanya di luar negeri saja, penyebaran virus corona pun telah sampai ke Indonesia. Hal ini dikatakan secara resmi oleh Presiden Joko Widodo, dalam konferensi persnya, pada Senin (2/3) lalu. Presiden Jokowi menuturkan bahwa ada dua Warga Negara Indonesia yang positif terinfeksi virus corona. Kedua Warga Negara Indonesia tersebut merupakan warga yang berasal dari Depok, Jawa Barat.

Sejak pengumuman tersebut disampaikan, sejumlah Warga Negara Indonesia pun dilanda kecemasan, kepanikan, hingga ketakutan akan banyak hal. Ada yang cemas akan terinfeksi virus corona, ada yang panik karena tidak bisa lagi beraktivitas seperti biasanya, dan ada juga yang takut karena tidak mampu menghidupi kebutuhan ekonomi keluarganya. Seluruh warga Negara Indonesia, bahkan jutaan orang lainnya merasakan ketakukan ini.

Pertengahan Maret lalu, Presiden Jokowi telah meminta seluruh masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah dan terus waspada terhadap penyebaran virus corona. Hal ini dilakukan untuk penekan penyebaran virus corona yang terus memakan banyak korban.

Kini sudah tiga bulan berselang, Presiden Jokowi kembali meminta masyarakat Indonesia untuk mulai berkompromi, hidup berdampingan, dan berdamai dengan virus corona, agar masyarakat tetap produktif menjalani aktivitasnya. Tak hanya itu, new normal ini pun dilakukan agar kegiatan ekonomi dapat kembali pulih seperti sedia kala.

Sejumlah kegiatan ekonomi, keagamaan, dan tempat publik lainnya akan kembali dibuka dengan perubahan baru agar penyebaran virus corona tetap bisa berkurang. Sementara itu, panduan new normal untuk bidang pendidikan hingga kini masih jadi pembahasan yang belum usai.

Untuk bidang pendidikan sendiri memang menjadi permasalahan yang cukup pelik, pasalnya kekhawatiran besar terletak pada anak-anak lebih rentan melakukan pelanggaran. Sehingga sampai saat ini kegiatan belajar – mengajar masih dilakukan secara online.

Untuk tingkat Perguruan Tinggi, sampai saat ini banyak mahasiswa yang sudah mengeluhkan perkuliahan secara online. Hal ini karena berbagai macam kendala yang dirasakan, seperti: koneksi internet yang sering bermasalah, mahalnya biaya internet, pemaparan materi yang kurang jelas, dan sebagainya.

Adanya new normal saat ini, sekaligus menjadi harapan dan ketakutan baru untuk para Mahasiswa. Sebagaian mahasiswa tentu akan merasa bahagia karena bisa belajar kembali dikampus tercintanya, namun sebagian mahasiswa lainnya tentu saja akan merasa ketakutan karena tempat publik sangat berisiko meningkatkan penularan virus.

New normal untuk bidang pendidikan memang menjadi permasalahan yang cukup berat untuk Pemerintah, dan pilihan yang cukup membuat dilematis untuk para pelajarnya. Sebelum memulai diterapkan, Pemerintah harus memikirkan secara matang baik – dan buruknya dengan kebijakan yang akan dibuat untuk new normal pada bidang pendidikan. Hal ini harus dilakukan agar kegiatan belajar tetap produktif dan tak banyak lagi korban yang terinfeksi virus corona yang mematikan.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x