Mohon tunggu...
Rifan Nazhip
Rifan Nazhip Mohon Tunggu... PENULIS

Hutan kata; di hutan aku merawat kata-kata.

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Puisi | Air Mata Satu-satu

20 September 2019   15:00 Diperbarui: 20 September 2019   15:10 0 2 0 Mohon Tunggu...
Puisi | Air Mata Satu-satu
www.loudwallpapers.com

hanya satu-satu
air mata menunggu di pintu waktu
ketika pergantian
hanya memberi pengertian
tentang masa lalu
masa sedang
dan masa datang
seperti kincir
selalu menuju hulu
pengabdi undur-undur

setiap kali air mata jatuh
tak pula membekas
tanah menjelma  debu hati
terpapas angin senja
tanpa mengulas ulir
seperti masa orang lain terukir
tak pula berwujud gambaran
sebagai arah panah
kompas menuju barat
tempat terbenamnya sang cahaya

hanya satu-satu
air mata menunggu di pintu waktu
air mata sang penipu
larut dalam ragu

Ujung Kata, 919

KONTEN MENARIK LAINNYA
x