Mohon tunggu...
Ricky Hamanay
Ricky Hamanay Mohon Tunggu... Penulis - Yuditya Hamdani Hamanay

Penulis sains amatir

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Apa Itu Teori Big Bang?

5 Agustus 2021   03:16 Diperbarui: 5 Agustus 2021   03:18 181 4 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Apa Itu Teori Big Bang?
sumber: smithsonian magazine

(Tulisan saya seharusnya melanjutkan seri perkembangan teori kuantum, yang kini sudah memasuki perkembangan teori kuantum modern. Namun, karena masih membutuhkan beberapa koreksi maka penayangannya ditunda. Sebagai gantinya, saya menulis definisi singkat teori big bang. Artikel ini hanya membahas secara garis besar apa itu teori big bang, dan kedepannya, mungkin saya akan membahasnya dengan lebih jelas apabila saya telah membahas teori relativitas umum Einstein).

Teori big bang adalah model ilmiah yang paling diterima secara luas saat ini dalam menjelaskan awal mula terbentuknya alam semesta. Menurut teori ini, alam semesta kita mengembang dari satu titik yang disebut singularitas yang menampung semua materi dan energi alam semesta. 

Dalam teori big bang alam semesta diperkirakan terbentuk (lahir) sekitar 13,8 miliar tahun yang lalu dan terus diperluas (mengembang) dipercepat sampai sekarang -- semakin hari alam semesta mengembang semakin cepat. 

Namun, para astronom, ahli kosmologi, dan fisikawan masih belum yakin apa yang menyebabkan alam semesta kita terus mengembang. 

Mereka menyebut faktor yang mempengaruhi mengembangnya alam semesta ini sebagai energi misterius yang diberi nama energi gelap atau dark energy (baca energi gelap). 

Ketika mempelajari perluasan alam semesta, para ilmuwan juga mendapati bahwa sebagian besar materi yang ada di alam semesta mungkin dalam bentuk yang tidak teramati oleh instrumen ilmiah yang dimiliki oleh manusia saat ini. 

Sama halnya dengan kasus energi gelap, materi yang belum bisa diamati wujud fisik-nya ini kemudian diberi nama materi gelap atau dark matter (baca materi gelap). 

Berdasarkan teori relativitas umum Einstein dan bukti pengamatan Edwin Hubble, diketahui secara pasti bahwa alam semesta kita terus mengembang dari waktu ke waktu, bahkan dipercepat. Jarak antar wilayah ruang angkasa yang jauh seperti galaksi-galaksi dan gugus galaksi misalnya, terus bertambah setiap saat. 

Oleh karena itu, jika kita membalik arah panah waktu menuju ke masa lalu maka kita akan mendapati bahwa jarak antar galaksi-galaksi dan gugus-gugus galaksi tersebut lebih dekat satu sama lain dibandingkan dengan jarak antara mereka pada kondisi sekarang. 

Jadi, sekitar 14 miliar tahun yang lalu kita tidak akan menemukan sebuah galaksi yang berdiri sendiri, bahkan, kita tidak akan menemukan bintang ataupun planet yang berdiri sendiri atau terpisah satu sama lain, karena semuanya menyatu dalam kondisi yang sangat rapat dan padat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x