Mohon tunggu...
riap windhu
riap windhu Mohon Tunggu... Sales - Perempuan yang suka membaca dan menulis

Menulis untuk kebaikan

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Kita Siap Vaksin, agar Duka Akibat Covid Tak Ada Lagi

30 Januari 2021   23:52 Diperbarui: 30 Januari 2021   23:55 291
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Orang divaksin (sumber foto:Konoad.com)

Kehadiran vaksin yang bisa mengenali dan mematikan virus yang masuk ke dalam tubuh memperbesar harapan terlindungi 

Vaksin, yakni bagian dari virus yang sudah dilemahkan atau tak mampu menyebarkan penyakit yang kemudian disuntikan ke tubuh. 

Orang pertama di Indonesia, para tenaga medis dan tenaga publik sudah menerima vaksin yang dilakukan secara bertahap, telah membuktikannya 

Kapan divaksin? Saya belum tahu. Banyak masyarakat belum tahu. Namun,optimis saja kita siap vaksin bila saatnya tiba. 

Majelis Ulama Indonesia (MUI) bahkan sudah menegaskan kehalalan vaksin yang diberikan di Indonesia. Apa iya, mereka main-main? Pemimpin sejati tentu tidak demikian 

Masih ragu? Jika ya, berarti perlu lebih banyak membaca dan mendengarkan informasi yang benar dari sumber terpercaya. Bukan dari viral media sosial yang belum tentu kebenarannya. 

Selain itu, perlu juga menyimak dan melihat kondisi sekitar. Lihatlah, adakah yang terkena covid? Semakin banyak kah? 

Bisa jadi, virus itu semakin mendekat dan mendekat. Jika tubuh lebih terlindungi dengan vaksin, kenapa tidak. 

Sebuah harapan harus dijaga. Bahkan dinyalakan. Saat ini covid-19 telah membuat lebih dari sejuta orang Indonesia positif terkena. 

Kasus meninggal yang bertambah masih terus akan bertambah. Ini pedih. Sangat pedih menyaksikan ada keluarga kehilangan anggota keluarga. 

Ada anak-anak yang jadi yatim akibat hilang orang tua atau sebaliknya, orang tua yang kehilangan anaknya. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun