Mohon tunggu...
riap windhu
riap windhu Mohon Tunggu... Sales - Perempuan yang suka membaca dan menulis

Menulis untuk kebaikan

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Tak Hanya Darat, Pertamina pun "All Out" di Laut dan Udara demi Energi untuk Sulawesi Tengah

23 Oktober 2018   23:59 Diperbarui: 24 Oktober 2018   00:26 585
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Gempa dan Tsunami di Palu, Sigi, dan Donggala, Sulawesi Tengah membuat Pertamina sebagai penyedia energi all out untuk menyalurkan #energiuntuksulteng (dok.www.pertamina.com)

Darat, Laut, dan Udara

Kondisi mengenai Palu, Sigi, dan Donggala serta strategi Pertamina untuk gerak cepat  memulihkan dan mengamankan pasokan energi dikisahkan oleh  Arya Dwi Paramita.

Langkah All Out dengan menggunakan seluruh jalur, baik darat, laut, dan udara. Sebagai  External Communication Manager Pertamina, Arya sempat berada langsung di wilayah terdampak bencana.

Pemasokan elpiji (dok.www.pertamina.com)
Pemasokan elpiji (dok.www.pertamina.com)
Pasca gempa dan tsunami di Sulteng, Pertamina langsung mengaktifkan crisis center untuk mengidentifikasi dampak bencana terhadap Terminal BBM Donggala, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPPBE), Depot Pengisian Pesawat  Udara (DPPU), termasuk sejumlah lembaga penyaluran BBM dan elpiji.

"Mereka harus mencari dari rumah sakit ke rumah sakit, dari posko ke posko untuk mencari pemilik operator SPBU yang masih bisa beroperasi.  Termasuk mencari tim Pertamina yang ada disana. Jumat malam dinyatakan deklarasi kondisi emergency," kata Arya.

Tanggal 29 September, diberangkatkan 2 tim Pertamina Peduli melalui jalur darat dan jalur laut  membawa relawan dan bantuan logistik. Tim diberangkatkan dari   Makassar, Manado, termasuk Jakarta. Tiga direkturnya ikut ke Sulteng. Semua fokus memulihkan energi.

H+2 atau 30 September, TBBM Donggala mulai menyalurkan BBM. Ada 6 mobil tangki yang masing-masing membawa 16 KL pasok BBM ke 4 SPBU di wilayah Palu dengan pengawalan polisi. Selain itu, dikerahkan 50 operator SPBU bantuan dari sekitar Sulawesi. Awak mobil tangki berasal dari Pare-Pare dan Kediri.

Penyaluran logistik pertamina (dok.www.pertamina.com)
Penyaluran logistik pertamina (dok.www.pertamina.com)
"Semua orang teriak. Energi mana. BBM mana. Pasokan energi mana? Karena memang itu yang sangat vital. Tapi kami di Pertamina hanya bilang jalani dulu yang disini sambil mencari 50 % teman kami yang masih hilang." tutur Arya menyebut tim Pertamina yang saat itu belum ada kabar,

Arya menuturkan, jumlah SPBU di kota Palu ada 17, yang dua hancur. SPBU itu ada yang memang tersapu,  sehingga kondisinya tidak bisa dioperasikan. Untuk di Sigi, ada dua SPBU, yang satu terputus aksesnya. Jalan benar patah dan kondisinya berat. Belum lagi yang di Donggala, ada 4 SPBU. Sebagian bisa dioperasikan, satu lagi rusak.

"Terbayang, listrik nggak ada, akses terputus, dan hanya ada dua SPBU di kota Palu yang berhasil ditemukan pemiliknya dan diminta tolong SPBU dioperasikan untuk bisa melayani  masyarakat," kata Arya.  

Kenapa? Karena masyarakat di kondisi tersebut pastinya ingin pergi, ingin mencari keluarganya yang hilang, butuh bahan bakar. Kebutuhan energi pn dilayani dengan keterbatasan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun