Riap Windhu
Riap Windhu Sales

senang membaca dan menulis, cinta bersepeda, suka pada tema lingkungan. Menggemari dunia pemberdayaan masyarakat. Saat ini aktif di sebuah perusahaan asuransi jiwa. Dapat dihubungi di 081287749530. Email: rwindhu@gmail.com. Instagram : riapwindhu dan twitter @riapwindhu. Bisa juga di www.rindhuhati.com

Selanjutnya

Tutup

Gaya Hidup

Pantang Menyerah dan Inovasi, Kunci Sukses Mewujudkan Mimpi

14 Desember 2017   23:59 Diperbarui: 15 Desember 2017   05:29 1539 2 1
Pantang Menyerah dan Inovasi, Kunci Sukses Mewujudkan Mimpi
Founder Kata.ai Irzan Raditya; Father of G-SHOCK Kikuo Ibe; Co-Founder Gerakan #KejarMimpi Maudy Ayunda dan Founder serta CEO Bahaso.com Tyovan Ari berpose bersama pada saat bincang media G-SHOCK: Innovate, Level Up Your Life! di Jakarta (dok.casio)

Pantang Menyerah dan inovasi. Dua semangat  ini selalu ditemukan pada orang-orang yang sukses menggapai mimpi dan mewujudkan apa yang dicita-citakan. Tidak pernah keluar kata untuk berhenti, meskipun banyak orang menganggap yang dilakukan adalah suatu hal yang terkesan mengada-ada dan tidak masuk akal.

Banyak orang yang telah membuktikannya. Sebut saja dua bersaudara  kakak beradik, Orville Wright dan Wilbur Wright. Dua lelaki ini sempat diremehkan saat melakukan uji coba pesawat terbang. Apalagi, keduanya tidaklah memiliki ijazah sekolah menengah.

Namun, sikap tak mau menyerah telah mengantarkan keduanya berhasil menerbangkan pesawat berawak untuk pertama kalinya. Mereka menjadi pionir dunia penerbangan. Saat ini, dengan mudah setiap orang dapat menggunakan pesawat terbang untuk pergi ke suatu wilayah maupun tempat.

Wright bersaudara, sukses menjadi pionir pesawat terbang walaupun pernah diremehkan (dok.liputan6.com)
Wright bersaudara, sukses menjadi pionir pesawat terbang walaupun pernah diremehkan (dok.liputan6.com)
Hal yang sama ditunjukkan oleh penemu Thomas Alva Edison. Lelaki yang dulunya dianggap  bodoh saat bersekolah, ternyata mampu menemukan lampu, yang kini menjadi kebutuhan semua orang di dunia.

Edison pernah mengatakan, banyak kegagalan yang bisa dijumpai dalam hidup. Sayangnya, banyak yang tidak menyadari betapa dekatnya seseorang dengan keberhasilan, saat seseorang memutuskan untuk menyerah.

Sikap pantang menyerah pun ditunjukkan oleh Kikuo Ibe, lelaki asal Jepang, pencetus inovasi jam tangan G-SHOCK. Keinginan untuk memliki sebuah jam tangan yang tangguh telah mengantarkan lelaki ini untuk melakukan inovasi. Pantang menyerah ditunjukkannya untuk mewujudkan sebuah jam penunjuk waktu yang kuat dan tahan lama.

Kikuo Ibe, tak menyerah bereksperimen hingga prototipe ke-200. Akhirnya mampu menciptakan jam tangan yang kuat dan tahan banting (dok. windhu)
Kikuo Ibe, tak menyerah bereksperimen hingga prototipe ke-200. Akhirnya mampu menciptakan jam tangan yang kuat dan tahan banting (dok. windhu)
Ibe, dalam kegiatan di Decanter Wine and Food Plaza Kuningan, 7 Desember 2017 mengatakan, semuanya berawal dari kenangan sebuah jam tangan hadiah pemberian ayah Ibe.Hati Kikuo Ibe begitu sedih ketika jam tangan yang diperolehnya itu jatuh dan hancur menjadi pecah berkeping-keping. Semua ini membuat Ibe berpikir untuk membuat sebuah  jam tangan yang tak mudah hancur. Tahan  banting.

Namun ternyata, untuk mewujudkannya bukanlah hal yang mudah. Suatu ketika, akhinya ibe berhasil menemukan lima tahapan struktur tahan banting. Dalam penemuan itu, bisa diciptakan sebuah jam dengan bagian luar jam yang tahan banting. Hanya saja, masih ada beberapa bagian lain pada jam yang mengalami kerusakan.

Sejumlah percobaan untuk menciptakan jam yang kuat pun dilakukan Ibe. Sempat merasa tak berdaya saat yang dilakukannya tak kunjung berhasil. Ibe dalam bahasa Indonesia terbata-bata mengatakan, kepalanya pernah seperti ingin meletus.

Tahun 1983, merupakan awal diluncurkannya generasi pertama G-SHOCK, di Amerika Serikat (dok.windhu)
Tahun 1983, merupakan awal diluncurkannya generasi pertama G-SHOCK, di Amerika Serikat (dok.windhu)
Ibe pun sejenak ke sebuah taman. Disana, Ibe terinspirasi oleh seorang anak perempuan yang sedang bermain bola yang memantul.  Ide itu kemudian diujicobakan Ibe dalam struktur jam yang dibuatnya.

Hingga akhirnya setelah bereksperimen dua tahun penuh dan melakukan uji coba pada 200 prototipe, Ibe berhasil mewujudkan sebuah jam seperti yang  diinginkannya. Untuk pertama kalinya, G-SHOCK berhasil diluncurkan setelah menjalani proses konsep dan pemnciptaan pada tahun 1081-1983. 

Kikuo Ibe kemudian dikenal sebagai Father of G-SHOCK. Bapaknya G-SHOCK ini berhasil mengeluarkan inovasi desain hollow case. Tekadnya untuk menghasilkan jam tangan G-SHOCK yang memiliki ketangguhan tercapai.

Jam tangan G-SHOCK dari tahun ke tahun (dok.windhu)
Jam tangan G-SHOCK dari tahun ke tahun (dok.windhu)
Salah satunya karena jam memiliki bantalan pengaman sebagai pelindung menyeluruh. Sebuah struktur bingkai jam tangan berongga untuk menopang modul inti pada titik-titik tertentu . Nama G-SHOCK diciptakan dari konsep pengembangan jam tangan yang tahan terhadap guncangan kuat yang disebabkan oleh gravitasi (jatuh bebas).

Jam tangan G-Shock yang dipasarkan di di Amerika Serikat langsung mencuri perhatian warga Amerika. Jam tangan tangguh dan tahan banting produksi Jepang ini, mulanya justru lebih dikenal di negara paman sam itu ketimbang Jepang.

Kenapa?  Karena kuran jam tangan yang besar dan kokoh cocok dengan pergelangan tangan banyak pria Amerika. Terutama pada penggemar kegiatan luar ruangan, dan petugas pemadam kebakaran serta petugas polisi.

Jam tangan G-SHOCK semakin bertambah tahun selalu memunculkan inovasi baru. (dok. windhu)
Jam tangan G-SHOCK semakin bertambah tahun selalu memunculkan inovasi baru. (dok. windhu)
Bukan Sekedar Penunjuk Waktu

Bagi banyak orang, terutama generasi masa kini, jam tangan bukan lagi hanya sekedar penunjuk waktu. Meskipun saat ini memasuki era smartphone yang dilengkapi dengan penunjuk waktu, keinginan orang untuk memiliki sebuah jam tangan tidak pernah pudar.

Jam tangan sudah menjadi bagian mode. Ragamnya pun mulai bermunculan mulai dari yang stainless stell hingga yang sporty. Jam tangan yang melingkar di tangan membuat seseorang lebih elegan. Lebih tampak gaya.Banyak yang menyelaraskan jam yang digunakan dengan pakaian yang sedang dikenakan. 

Buat para professional, ada kebanggaan tersendiri memiliki dan menggunakan jam tangan untuk menunjang kegiatan. Jam tangan membuat gengsi orang meningkat saat orang lain tahu jam yang digunakan memiliki kualitas yang tidak biasa.

Bahkan mampu menaikkan gengsi dan membuat seseorang tampak berkelas ketika jam tangan yang digunakan memiliki harga di atas rata-rata kebanyakan. Harga jam atas merek tertentu tidak lagi menjadi soal. Banyak orang yang tetap menginginkan dan bermimpi memiliki jam yang sudah terkenal dan bermerek tertentu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3