Mohon tunggu...
YUSRIANA SIREGAR PAHU
YUSRIANA SIREGAR PAHU Mohon Tunggu... Guru - GURU BAHASA INDONESIA DI MTSN KOTA PADANG PANJANG

Nama : Yusriana, S.Pd, Lahir: Sontang Lama, Pasaman. pada Minggu, 25 Mei 1975, beragama Islam. S1-FKIP UMSB. Hobi: Menulis, membaca, menyanyi, baca puisi, dan memasak.Kategori tulisan paling disukai artikel edukasi, cerpen, puisi, dan Topik Pilihan Kompasiana.

Selanjutnya

Tutup

Parenting Artikel Utama

Generasi Z Butuh Ketegasan Bukan Perlindungan

30 September 2022   22:18 Diperbarui: 5 Oktober 2022   20:16 538
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Orang Tua dalam Mendidik Anak Gen Z

Salah satu orang tua menanyakan kepada guru anaknya, apakah anaknya ditolerir telah mengunggah video berisi ujaran-ujaran kotor salah satu temannya. Ujaran itu menghujat seseorang. Tanpa mereka sadari video itupun viral setelah diunggah.

Mereka tak menyadari pepatah, 'Mulutmu harimaumu.' Artinya mulut menjadi musuh. Akbat perkataan kotor dan menghujat bisa menjerumuskan ke lubang masalah. Apalagi ujaran itu divideokan lalu diupload di medsos. Lagi tanpa mereka sadari teman-teman mereka, alumni mereka, dan orang tua mereka dan alumni melek medsos.

Inilah zaman Gen Z dan Gen Alpha dengan orang tua milenial dan Gen Y. Manakala ada uploadan yang unik apalagi berhubungan dengan akhlak akan cepat viral. Seharusnya orang tua tak mengizinkan anak membawa HP keluar rumah. Rentan mereka menyalahgunakan hp tersebut. Apalagi anak Gen Z lelaki sangat rentan dengan perundungan.

Masih miris di hati perundungan di Tasikmalaya, sekelompok anak lelaki berstatus pelajar membully temannya dengan video tak senonoh. Begitu juga di Palangkaraya, Bandar Lampung.

Orang tua yang kurang update, tak tegas, dan protektif akan rugi jika membiarkan anaknya Gen Z ini berkeliaran sore hari dengan android. Mereka di luaran memiliki perkumpulan, genk, yang diperhalus namanya menjadi circle.

Akibat orang tua tak melek baca, tak melek isu pendidikan, dan tak melek ilmu parenting anak, maka orang tua masih percaya bahwa anak di luar rumah saat ini masih aman-aman saja.

Stop, pembiaran anak berkumpul-kumpul di rumah temannya. Saat ini sahabat bukan lagi sahabat pada masa orang tua no gadget. Hari ini sahabat identik dengan bully. Jika tak mau memberikan contekan, akan dipukul. Jika memanggil teman, dengan menyebut nama ayahnya, bukan nama sahabatnya.

Orang tua diharapkan dapat menjadi teman dalam perjalanan hidup dan pendidikan anak-anak. "Jangan hanya menggurui dengan menasihati apalagi membela. Melainkan mereka butuh dampingan dalam kehidupan mereka."

Jangan mudah marah tapi harus memahami bahasa kehidupan mereka. Banyaklah berkomunikasi melalui visual, awasi sosial media mereka tetapi jangan bereaksi berlebihan. Cobalah meminta mereka mengajarkan kita mengenai berbagai trend yang sedang terjadi di dunia.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Parenting Selengkapnya
Lihat Parenting Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun