Mohon tunggu...
YUSRIANA SIREGAR PAHU
YUSRIANA SIREGAR PAHU Mohon Tunggu... Guru - GURU BAHASA INDONESIA DI MTSN KOTA PADANG PANJANG

Nama : Yusriana, S.Pd, Lahir: Sontang Lama, Pasaman. pada Minggu, 25 Mei 1975, beragama Islam. S1-FKIP UMSB. Hobi: Menulis, membaca, menyanyi, baca puisi, dan memasak.Kategori tulisan paling disukai artikel edukasi, cerpen, puisi, dan Topik Pilihan Kompasiana.

Selanjutnya

Tutup

Worklife Pilihan

Guru yang Meniti Karier di Sekolah Hebat karena Murid Hebat

23 Juni 2022   18:00 Diperbarui: 24 Juni 2022   03:57 491
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Demikian juga saat ini ia berada di kelas X SMA. Belum bisa terjawab sekolahkah yang hebat atau anak yang hebat. Semoga di kurikulum merdeka belajar ini akan segera terjawab.

Lagi guru dipertanyakan loyalitasnya di kelas. Mengapa tak bisa membentuk anak sesuai harapannya. Mencatat dan patuh. Hal-hal remeh seperti ini terkadang tak disadari guru.  Tapi hal remeh inilah penentu karir guru di sebuah sekolah. Makin banyak guru melaporkan kasus anak tentu makin menunjukkan bahwa guru belum layak.

Orang tua siswa kita sudah lelah seharian mencari uang. Bekerja yang mungkin berada di bawah tekanan besar lalu kita muncul di hadapannya dengan keluhan si anak yang bermasalah. Kira-kira orang tua anak responsif atau emosi?

Lalu bagaimana seharusnya. Sebaiknya sebelum menegur anak dan melaporkan anak kepada orang tuanya ada baiknya guru mencari tahu terlebih dulu penyebab anak malas mencatat. 

Kita panggil anak tersebut secara pribadi. Kita ajak berbincang. Mau si anak apa dan mau guru apa. Bisa jadi setelah kita berbicang akan kita temukan solusinya. 

Bisa jadi cara guru mencatatkan tak sesuai harapan anak. Ada beberapa guru, menyuruh sekretaris kelas menggantikan tugas guru mencatat dan gurupun kabur ke mana-mana.

Bisa pula kita beri anak pengertian bahwa proses mencatat baginya mungkin tidak penting tapi bagi anak berkemampuan kurang justru dengan cara mencatat ia baru bisa paham pelajaran itu. 

Jika kita tak mencatat tentu teman lainpun meniru. Sebab kemampuan anak di kelas kita beragam. Bisa kita tukar pikiran dengannya langsung. Tak perlu dengan orang tuanya. 

Tapi jika pendekatan dengan cinta sudah dilakukan belum juga berubah dan hasil belajar pun rendah, barulah wali kelas, BK, dan orang tua kita libatkan. 

Pendekatan dan keterbukaan antara guru dan anak sangat penting dibangun agar kedudukan kita di mata anak benar sosok guru. Kalau dapat bergelar guru hebat pula. 

Meskipun ASN  atau PNS status guru kita, membangun karir tetap perlu agar kita tetap eksis di sebuah sekolah. Untuk kemajuan sekolah tetap dibutuhkan bantuan kita. Kerjakanlah sesuatu yang dapat meringankan beban kepala sekolah, guru BK, wakil kepala, dan wali kelas. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Worklife Selengkapnya
Lihat Worklife Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun