Riana Dewie
Riana Dewie karyawan swasta

Simple, Faithful & Candid

Selanjutnya

Tutup

Kuliner Artikel Utama

Asyiknya Kolaborasi "Food Styling" dan Fotografi Bakpia Wong Jogja

7 Juni 2018   09:53 Diperbarui: 7 Juni 2018   14:22 2058 4 2
Asyiknya Kolaborasi "Food Styling" dan Fotografi Bakpia Wong Jogja
Belajar Food Styling & Food (Dok.Pri)

Manusia itu makhluk paling sempurna karena dianugerahi rasa, akal dan pikiran dengan level tertinggi dibanding makhluk hidup lainnya. Jika semua unsur terhubung baik, akan mudah baginya untuk menghasilkan karya seperti yang ia mau. 

Disinilah daya 'kreatif' bekerja, sesuatu yang sesungguhnya sudah dimilikinya sejak lahir namun butuh diasah dari waktu ke waktu. "Creativity is not a talent, it's a way of operating...", saya mengamini kata-kata seorang penulis Inggris dengan segudang prestasi ini, John Cleese. 

Percayakah bahwa Anda adalah seseorang yang kreatif? Jawabnya harus percaya. Kalau gak kreatif, Anda takkan bisa menulis, berbicara, berpikir, mengemukakan pendapat, punya teman, memotret obyek dsb. Kreatif sendiri secara otomatis terhubung dengan "seni" sehingga jangan heran jika kemampuan setiap orang untuk memunculkannya ke permukaan tidaklah sama.

Tentang memotret obyek, saya adalah seorang yang ilmunya belum nambah-nambah dari dulu. Hihihi... Putar kiri, jepret! Putar kanan, jepret! Motret dari atas, jepret! Gitu-gitu aja. Krisis ala saya itu bukan saat gak punya uang atau belum gajian, tapi punya kamera namun tidak bisa mengoperasikannya dengan maksimal. Gubrak!!

Saat Ahmad Harisatu Zakaria menjadi Food Stylist (dok.Ahmad Harisatu Zakaria)
Saat Ahmad Harisatu Zakaria menjadi Food Stylist (dok.Ahmad Harisatu Zakaria)
Intip Dunia Food Styling dan Food Photography

Memotret makanan itu hobi saya, walaupun hasilnya ya gitu deh, gak karuan. Hihihi... Inilah kenapa saya ikut kelas Food Styling dan Food Photography bersama mentor canggih, Ahmad Harisatu Zakaria. Saya katakan canggih karena disamping tergabung dalam lingkaran Indonesian Food Stylist, prestasinya di bidang fotografi bisa diacungi jempol.

Selain pintar memasak, anak muda bertubuh tinggi ini juga jago melakukan Juggling Bartending, Teppanyaki bahkan Fruit Carving. Nah, beruntung banget kemarin saya bisa serap banyak ilmu tentang Food Styling dan Food Photography dari dia. Intinya, saya diajari untuk menumbuhkan kreativitas tentang bagaimana menata makanan agar tampak menarik, aksesoris pelengkap apa saja yang cocok masuk frame hingga pengaturan cahaya seperti apa yang dibutuhkan saat pengambilan gambar.

Penasaran? Berikut beberapa ilmu berharga yang berhasil saya bawa pulang :)

1. Siapkan Tim Hore Food Photography

Suka mupeng dengan foto-foto makanan cantik di berbagai media sosial, "Ihhh, foto makanannya kok keren banget sih....?" Nah, ternyata ini tidak dikerjakan oleh satu orang saja loh, tapi rombongan. Siapa saja sih mereka?

Food Photographer (pxabay.com)
Food Photographer (pxabay.com)
Ya, tim hore ini biasanya terdiri dari 'Food Stylist', yaitu dia yang pandai menghias dan menata makanan agar tampak menarik dan menggoda mata atau singkatnya mempercantik makanan yang ada di atas piring. Nah, ada lagi satu teman dekatnya, yaitu 'Props Stylist', dimana tugasnya hampir sama dengan Food Stylist, namun ia lebih fokus untuk menata letak piring-piringnya.

Daaaan.... yang bertugas mengeksekusi hidangan cantik itu tak lain adalah 'Food Photographer'. Dialah yang akan mengabadikan obyek makanan, mengatur cahaya, menonjolkan hasil penataan food stylist hingga tampak elegan di kamera.

2. Jenis Food Photography Zaman Now

Untuk jenis Food Photography sendiri, Ahmad Harisatu Zakaria mengutarakan tiga kategori yang biasa diaplikasikan untuk kebutuhan pemotretan. Pertama adalah 'Photo Shoot/Clear Shoot'. Ini adalah jenis foto yang difokuskan hanya pada makanan, tak banyak melibatkan properti. Nah, foto jenis ini biasanya digunakan untuk pembuatan buku menu warung atau resto.

Jenis Foto Editorial (Screenshoot PDF event)
Jenis Foto Editorial (Screenshoot PDF event)
Ada pula jenis foto 'Editorial', dimana ini sering kita lihat di Instagram, Pinterest, Pixabay dsb. Maksudnya gimana? Nah, jenis foto yang satu ini biasanya mengandung cerita. Misal: foto roti beserta gandum, coklat dan bahan lainnya.

Selanjutnya ada 'Stock Photo', ini bermakna foto yang menganut ekspresi kebebasan. Misalnya : foto saat menuang madu di atas air teh, saat mengiris bawang dsb. Wih, ilmunya asyik banget ya :)

3. Trik Motret Kekinian yang Biar Hasil Foto Cantik

Tahu gak sih, ternyata ada dua gaya motret berbeda yang biasa digunakan oleh fotografer. Pernah dengar gaya 'Flatlays'? Ini adalah gaya memotret yang diambil dari posisi atas (top angel). Triknya, Anda hanya perlu menyiapkan lensa kit, usahakan warna background kontras dengan objek, atur tema menarik serta beri ruang diantara obyek.

Contoh gaya pemotretan Flatyals (pixabay.com)
Contoh gaya pemotretan Flatyals (pixabay.com)
Gaya lain yang tak kalah menarik adalah 'Lifestyle'.  Gaya foto yang satu ini biasanya memasukkan unsur selain obyek makanan utama ke dalam satu frame foto. Apa saja sih kebutuhannya? Anda hanya perlu model/talent yang fotogenik, berpose natural, properti sesuai tema, mainkan perpaduan warna serta memberikan nuansa dinamis (misal: mengikutsertakan tangan manusia).

4. Peralatan Perang Food Photography

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3