Mohon tunggu...
Rhet Imanuel
Rhet Imanuel Mohon Tunggu...

Aneh ajalah. Bingung mau dibuat apa, karena ada pepatah mengatakan, tak kenal maka tak sayang..

Selanjutnya

Tutup

Novel

Lelaki di Bawah Hujan

10 Juli 2017   00:52 Diperbarui: 10 Juli 2017   01:10 0 0 0 Mohon Tunggu...

Penampilannya terlihat biasa. Untuk dicari nilai lebih dari ukuran seorang anak SMA, sepertinya tampak jauh penampilannya itu dibandingkan anak-anak sekolah pada umumnya. Baju seragam yang tak pernah dimasukkan. Ukuran celana yang terlihat gombrong. Bahkan, dari gaya rambut pun tak seperti David Beckham atau layaknya Aliando yang terlihat begitu menarik dengan potongannya yang terkesan rapi.

Namun, dari kedua sorot matanya terlihat begitu tajam dengan alis mata yang tampak tebal. Juga rambutnya begitu lebat, hingga menutupi kening dan juga telinga. Ya, rambut bergaya poni yang dikatakan lebih mirip seperti milik perempuan.

Ini kali ketiga, April---seorang perempuan anak IPA kelas 11C---mengamati sosok lelaki yang terkesan dingin, bahkan jauh dari pergaulan yang ada di sekitarnya. Tak ada ekstrakurikuler yang menyibukkan hari dari seorang lelaki yang dilihatnya selalu menyendiri, selain duduk dekat dengan perpustakaan. Ataupun terkadang didapatinya sedang memilih buku-buku yang terjejer rapi dalam rak.

***

SAHABAT

Sepintas saja. Ya, hanya sepintas melalui dan menjalani hidup ini. 'Jadi bersenanglah, atas segalanya yang ada di hidupmu sekarang. Mungkin hari ini kau dapat tertawa, namun belum tentu hari esok ataupun yang akan datang'. Itulah suatu prinsip yang selalu dipegang teguh dalam hari yang dijalani. Seakan tiada beban yang memberatkan setiap langkahnya.

Namanya April. Seorang gadis remaja yang cuek dan juga pintar bergaul. Sebagai seorang primadona sekolah sangatlah wajar bila ada sebagian orang yang menganggap, bahwa kehadirannya yang sebagai bintang idola mengesankan sedikit sombong.

Rambutnya yang hitam lurus. Hidung yang terlihat indah bak Carrey Mulligan, melengkapi pesonanya yang memang tak sedikit pria mencoba untuk mendekatinya. Namun tak segampang dari apa yang dipikirkan. Seorang gadis cantik dan menjadi idola itu, tentulah memiliki beberapa orang yang selalu ada di sekitarnya. Ya, di manapun dan kapanpun mereka selalu berlima. Dan yang lebih parahnya lagi ketika ada seorang cowok yang ingin mendekatinya, langkah pertama haruslah melewati seorang sahabatnya yang bernama, Mia.

Sebenarnya, Mia, adalah seorang perempuan biasa saja. Namun dari caranya bersikap, semua orang pasti mengetahuinya jika ia itu seorang wanita yang memiliki sifat tomboy. Rambut ikalnya itu yang mengesankan dia terlihat garang, dengan berbagai aksesoris gelang yang menghias di tangan dan juga kulitnya yang terlihat sawo matang. Ditambah kegiatan yang sering ia ikuti, yaitu, basket.

Jika dilihat dari bentuk tubuhnya tidaklah begitu buruk. Gemuk namun berisi dan padat. Jangan pernah berharap juga untuk dapat memandanginya lama-lama, jika tak ingin bola basket melayang di atas kepala. Seperti yang terjadi pada anak baru yang mungkin kagum pada dirinya. Tanpa disadari, bola itupun melayang dan mengenai tepat di kepalanya. Hingga akhirnya harus berada di ruang UKS untuk menghilangkan pusing yang ia rasakan.

Nita, seorang gadis yang terlihat polos dan lugu. Namun, seperti yang dikatakan oleh orang tua jaman dulu, jika melihat wanita itu jangan lihat dari covernya saja. Karena memang wanita yang satu ini lebih berbahaya. Bagaimana tidak, ia satu-satunya cewek yang jago karate dan sudah memegang sabuk hitam. Pertandingan beladiri tingkat nasional pun sudah diraihnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x