Mohon tunggu...
KKN UM Desa Gunungsari
KKN UM Desa Gunungsari Mohon Tunggu... Mahasiswa - Akun Publikasi KKN Tematik UM

Akun Publikasi KKN Tematik UM

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas

Mahasiswa KKN UM Melakukan Pelatihan Digital Marketing untuk Pelaku UMKM Bunga Potong Desa Gunungsari

21 Juli 2021   19:44 Diperbarui: 21 Juli 2021   19:58 407
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Pandemi Covid-19 yang terjadi sejak akhir tahun 2019 hingga kini masih mewabah dibeberapa negara di dunia termasuk Indonesia. Adanya pandemi Covid-19 ini telah banyak mempengaruhi berbagai sektor kehidupan masyarakat termasuk sektor ekonomi. Di Indonesia, salah satu sektor perekonomian yang paling merasakan dampak dari adanya pandemi ini adalah Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). 

UMKM merupakan bagian terpenting dari sektor ekonomi. UMKM di Indonesia telah menjadi pilar terpenting bagi ekosistem ekonomi dimana diketahui bahwa sekitar 99% pelaku usaha di Indonesia adalah sektor UMKM. Adanya UMKM ini telah memberikan kontribusi sebesar 60% terhadap produk domestik bruto nasional dan 97% terhadap penyerapan tenaga kerja. 

Namun sayang, adanya pandemi Covd-19 ini menyebabkan menurunya daya beli masyarakat akibat adanya kebijakan social distancing dari pemerintah dimana dalam kebijakan ini seluruh masyarakat mau tidak mau harus mengurangi interaksinya diluar ruangan guna menekan persebaran virus Corona. Akibat hal tersebut, banyak konsumen yang kemudian menjaga jarak dan mengalihkan kegiatan ekonomi secara digital (yaitu belanja scara online melalui sosial media seperti WA, Instagram, Facebook, serta melalui marketplace) sehingga trend belanja online mulai populer dikalangan masyarakat. Munculnya trend belanja online menyebabkan banyak para pelaku UMKM yang belum beradaptasi dalam melakukan pejuaan secara digital maupun yang belum paham dengan teknologi harus mengalami penurunan penjualan bahkan tak sedikit pula yang gulung tikar akibat sepinya pembeli. 

Tak bisa dipungkiri bahwa pandemi Covid-19 secara tidak langsung telah mendorong terjadinya perubahan baru dalam langgam bisnis Indoneia. Perubahan tersebut yaitu beralihnya bisnis offline menuju bisnis digital yang dikenal juga sebagai fenomena kewirausahan digital. Media sosial seperti WA, Instagram, Facebook, dll serta market place (perantara) dapat menjadi wadah untuk mempermudah pelaku UMKM dalam melakukan promosi serta untuk mendapatkan akses pemasaran yang lebih luas. Adanya pandemi Covid-19 juga berdampak nyata terhadap usaha bunga potong para petani Desa Gunungsari, Kota Batu. 

Adanya pandemi Covid-19 menyebabkan terhambatnya penjualan bunga mawar potong sehingga tak sedikit petani yang mengalami kerugian. Dengan tingginya potensi bunga mawar potong ini dalam meningkatkan ekonomi warga desa dan semakin canggihnya teknologi saat ini, maka mahasiswa/i Tim KKN Tematik, Biologi, Universitas Negeri Malang berinisiatif untuk melakukan pelatihan digital marketing bagi pelaku UMKM Bunga Potong untuk membantu para petani dalam meningkatkan penjualan bunga mawar potong dengan menggunakan berbagai macam media sosial dan E-commerce yang saat ini sangat banyak digunakan oleh masyarakat. 

Diharapkan dengan adanya pelatihan digital marketing bagi pelaku UMKM bunga potong dapat memberikan wawasan baru serta dapat membantu pengembagnan UMKM ini.  

Desa Gunungsari merupakan salah satu desa yang berada di kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Provinsi Jawa Timur. Desa Gunungsari sejak dahulu terkenal dengan penghasil bunga mawar potong yang telah dipasarkan keberbagai daerah di Jawa Timur bahkan hingga sampai keluar Pulau Jawa. Ketika kita melihat desa ini secara langsung terdapat hamparan luas lahan yang dipenuhi oleh tanaman bunga mawar dan bunga lainnya. Jenis bunga mawar potong yang ditanam oleh petani desa ini ada beberapa macam yakni mulai yang berwarna merah tua, merah muda hingga putih. Sehingga, dengan adanya pertanian bunga mawar potong ini ekonomi warga desa mulai terangkat. 

Dikarenakan adanya kasus persebaran Covd-19 yang semakin meningkat serta adanya PPKM, maka pelatihan digital marketing sepenuhnya dilakukan secara online melalui sosial media WA. Pelatihan digital marketing ini dilakukan pada hari Minggu tanggal 18 Juli 2021. 

Pada pelatihan ini, petani bunga potong yang mengikuti sosialisasi diberi materi pelatihan digital marketing yang disampaikan melalui power point serta video yang sebelumnya sudah di susun oleh dua mahasiswi KKN Tematik, Biologi, Universitas Negeri Malang kemudian petani dipersilahkan untuk mengajukan pertanyaan serta dipersilahkan untuk memberikan kritik dan saran. 

Adapun materi yang disampaikan dalam pelatihan yaitu materi mengenai cara penjualan produk melalui WA, cara penjualan produk melalui Instagram, serta cara penjualan produk melalui marketplace Shopee. Dalam materi penjualan produk mealui WA dan Instagram, dipaparakan materi mengenai tips dan trik yang dapat diterapkan oleh para petani saat melakukan promosi dan penjualan produk melalui media tersebut sehinggaa harapanya promosi dan penjualan produk dapat berjalan dengan lebih optimal.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ruang Kelas Selengkapnya
Lihat Ruang Kelas Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun