Mohon tunggu...
Rionanda Dhamma Putra
Rionanda Dhamma Putra Mohon Tunggu... Penulis - Ingin tahu banyak hal.

Seorang pembelajar yang ingin tahu Website: https://rdp168.video.blog/ Qureta: https://www.qureta.com/profile/RDP Instagram: @rionandadhamma

Selanjutnya

Tutup

Financial Pilihan

Jangan Dengarkan Hatimu (Saja) Jika Berinvestasi

5 Agustus 2020   22:05 Diperbarui: 5 Agustus 2020   22:25 156
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Unsur ini terdiri dari berbagai elemen. Ada mekanisme investasi, biaya investasi, volatilitas instrumen, dan lain sebagainya. Pada dasarnya, model investasi berbicara soal bagaimana instrumen tersebut menciptakan keuntungan bagi investor dan keberlanjutan dari model tersebut. Dari model ini, investor bisa mengambil keputusan investasi yang prudensial.

Lantas, bagaimana cara untuk memperoleh sudut pandang ini? Menurut hemat penulis, ada tiga langkah untuk memperolehnya. Pertama, perluas literasi mengenai investasi. Kedua, laksanakan investasi secara berkala pada time frame tersebut. Ketiga, rencanakan manajemen risiko yang sesuai dengan investment time frame.

Mari kita mulai dari langkah pertama. Sebelum memulai investasi, kenali dulu berbagai aspek dari instrumen yang dibeli. Kini, zaman yang semakin canggih membuat proses pengenalan instrumen investasi semakin mudah. Tidak hanya dari buku bacaan saja. Pengetahuan berbagai instrumen investasi bisa dilakukan dengan menonton video di Youtube dan mengikuti berbagai webinar.

Dari pengenalan ini, investor bisa mengambil keputusan investasi secara matang. Misalkan dalam berinvestasi reksadana. Dalam memilih reksadana yang tepat, individu harus mempertimbangkan jenis, tingkat pengembalian (secara persentase maupun Sharpe Ratio), dan expense ratio dari reksadana yang bersangkutan. Dari ketiga kriteria ini, akan tersaring reksadana yang sesuai.

Setelah memperluas background knowledge dan memutuskan instrumen, langkah selanjutnya adalah melakukan investasi berkala. Strategi ini lebih dikenal dengan dollar cost averaging (DCA). Dengan DCA, maka investasi kita akan lebih aman. Mengapa? Pertama, kita berinvestasi seiring dengan volatilitas instrumen. Kedua, DCA mengaktifkan keajaiban dunia nomor delapan; bunga berbunga.

Bunga berbunga (compound interest) itu akan memberikan keuntungan besar dalam jangka panjang. Maka, strategi DCA cocok untuk horizon investasi yang jangka panjang. Ibarat sebuah pohon, kita menyiramnya secara berkala hingga besar dan rimbun dalam waktu yang lama.

Akan tetapi, menyiram pohon investasi secara berkala tidak cukup. Kita juga harus memastikan bahwa pohon itu berdiri kokoh pada kondisi yang tepat. Untuk itulah manajemen risiko yang sesuai preferensi investor diperlukan. Pengelolaan ini dilakukan lewat modifikasi portofolio investasi.

Jika investor memiliki preferensi risiko konservatif, portofolio sebaiknya didominasi oleh instrumen pasar uang dan pendapatan tetap. Sementara, risiko moderat dapat memiliki portofolio dengan komposisi instrumen pasar uang, pendapatan tetap, dan saham yang seimbang. Terakhir, investor dengan preferensi agresif sebaiknya mendominasi portofolio dengan instrumen saham.

Melalui ketiga langkah ini, kita sebagai investor didorong untuk mendengarkan berbagai suara. Tidak hanya suara hati saja yang menginginkan keuntungan maksimum. Kita juga dituntut untuk mendengar suara rasionalitas dengan analisis instrumen yang mendalam. Terakhir, kita juga diajak untuk mengenali preferensi sebagai investor, sesuai dengan kondisi yang dialami.

Jadi, jangan dengarkan hati saja dalam berinvestasi. Ini adalah resep menuju lingkaran setan nafsu yang destruktif. Sertai juga dengan perspektif jangka panjang, analisis yang mendalam, dan strategi yang prudensial agar investasi tersebut aman dan bertumbuh secara berkelanjutan.

REFERENSI
kompas.com. Diakses pada 4 Agustus 2020.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Financial Selengkapnya
Lihat Financial Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun