Mohon tunggu...
Rayhan Rusyd
Rayhan Rusyd Mohon Tunggu... Full Time Blogger - Penulis pemula

Mengamati media sosial, manusia dan apa yang dibagikannya.

Selanjutnya

Tutup

Gadget Pilihan

Jagalah Anonimitas di Internet

24 Mei 2020   09:05 Diperbarui: 24 Mei 2020   09:15 460
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Bila anda sudah berada di internet cukup lama, anda pasti ingat bahwa dulu pengguna forum-forum daring selalu menggunakan identitas secara anonim. Biasanya mereka menggunakan foto profil ataupun nama yang tidak ada kaitannya dengan mereka. Tapi, kenapa kita sudah mulai jarang melihat anonimitas di forum-forum daring maupun di media sosial? Kemanakah para pengguna anonim itu? Apakah mereka menghilang?

Tentu saja tidak. Para pengguna itu masih ada di internet. Tapi, yang berubah ialah para pengguna baru internet yang sudah mulai mengkesampingkan konsep anonim itu sendiri. Para pengguna baru ini lebih memilih mempublikasikan diri mereka sendiri . Mereka dapat dengan mudahnya mempublikasikan kehidupan pribadi mereka dan identitas pribadi mereka.

Mungkin bagi kita yang sudah paham mengenai pentingnya anonimitas di internet akan tidak habis pikir dengan perilaku seperti itu. Tnetu saja, perilaku seperti itu muncul bukan karena tidak ada pemicunya. Pasti ada hal yang memicu para pengguna untuk mempublikasikan identitas asli mereka dan mengkesampingkan anonimitas.

Hal yang boleh kita curigai ialah bagaimana media sosial ataupun forum daring itu sendiri di desain. Tampilan antarmuka media sosial maupun forum daring yang ada tentunya didesain bukan tanpa maksud tersendiri. Ada hal yang 'khusus' dibalik penyusunan tampilan antarmuka. Desain setiap tombol, tata letak tulisan dan gambar, dan penempatan-penempatan lainnya mungkin adalah hal sepele bagi kita. Tapi, keberadaan hal-hal sepele seperti itulah yang menjadi kunci utama penyebab para pengguna lebih mengedepankan identitas diri yang asli dibandingkan anonimitas.

Tampilan antarmuka seperti ini dapat memberikan rasa aman kepada para penggunanya untuk mempublikasikan kehidupan pribadinya. Bahkan, dapat membuat pengguna teradiksi dengan kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan di media sosial. Ya, singkatnya semua tampilan itu didesain agar membuat kita teradiksi.

Selain membuat kita teradiksi untuk mempublikasikan kehidupan pribadi kita, tampilan-tampilan seperti itu juga dapat membuat kita merasa "malu" untuk menunjukkan anonimitas kita. Tampilan seperti itu membuat mereka yang menggunakan identitas anonim dipandang aneh oleh mereka yang menggunakan identitas asli. Dengan seperti ini, internet sudah berhasil untuk membuka anonimitas penggunanya.

Tentu, tidak semua media sosial maupun forum daring di internet telah kehilangan kesan anonimitasnya. Tapi yang saya bahas disini adalah media sosial/forum daring yang kebanyakan penggunanya tidak menggunakan identitas anonim.

Tapi, selain masalah tampilan antarmuka tersebut, ada beberapa kondisi khusus yang mau tidak mau membuat kita harus menggunakan identitas asli di internet. Seperti sensus penduduk secara daring, grup keluarga, maupun alamat seluler yang akan kita gunakan saat bekerja/sekolah. Di luar semua itu, kita harus sebisa mungkin menjaga anonimitas kita di internet. Jangan sampai pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab mengetahui siapa diri kita sebenarnya.

Karena, bila identitas asli kita sudah terpublikasi di internet, kita tidak akan tahu apa yang akan para pihak tidak bertanggung jawab itu lakukan terhadap data kita. Bisa saja mereka menjualnya ke perusahaan periklanan seperti yang dilakukan oleh beberapa perusahaan media sosial besar.

Kita ambil saja, Facebook menggunakan data penggunanya untuk digunakan oleh perusahaan periklanan yang akan memasang iklan mereka di situs facebook itu sendiri. tulah kenapa terkadang tanpa disadari muncul iklan-iklan yang "kebetulan" sesuai dengan apa yang kita bahas di media sosial itu.

Mungkin kita akan berkata "hanya perusahaan iklan, apa yang dapat mereka lakukan?".  Ada yang harus kita ingat kembali, perusahaan yang memegang data kita bukanlah perusahaan keamanan siber, melainkan sebuah perusahaan periklanan yang mengutamakan kolektifitas data.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Gadget Selengkapnya
Lihat Gadget Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun