Mohon tunggu...
Gaya Hidup Pilihan

Tetap Produktif Berkarya Ketika Berjuang Melawan GERD Bersama Keharuman Kayu Putih Aroma Cap Lang

20 November 2017   01:59 Diperbarui: 21 November 2017   08:35 1621
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Tetap Produktif Berkarya Bersama Kayu Putih Aroma

pic by google
pic by google
Secara fisik pun, setelah didiagnosa terkena GERD, saya jadi tidak sekuat sebelumnya. Saya merasa lebih mudah masuk angin, lelah, pusing, mual dan kembung. Hobi berparfum ria termasuk ketika sedang berada di dalam proses menulis juga tak ayal mesti saya tinggalkan, karena saya merasa mual mencium aroma wangi parfum-parfum dan lilin aromaterapi saya yang biasa saya gunakan. Akhirnya, mulai saat itu saya harus menggeser posisi wewangian favorit saya dengan aneka minyak gosok dan minyak angin untuk meredakan mual yang menyergap keseharian saya.

Berpengaruh kah hal itu terhadap mood saya? Jelas. Bagaimanapun juga aroma minyak angin dan minyak gosok tentu tidak seperti aroma parfum yang segar dan harum. Tapi mau bagaimana lagi, tubuh saya lebih membutuhkan hangatnya minyak gosok dan minyak angin pada waktu-waktu itu.

Hingga pada suatu hari, ketika saya sedang berbelanja ke supermarket untuk kebutuhan bulanan di rumah, saya melihat di deretan rak minyak gosok sesuatu yang baru dari Cap Lang. Saya mengamat-amati deretan botol minyak kayu putih Cap Lang yang terlihat tampil beda dengan tutup warna-warni; ungu, hijau, hijau muda dan pink. Sales promotion yang sedang bertugas ketika itu menghampiri saya dengan ramah dan menjelaskan bahwa ada produk baru dari Cap Lang yakni minyak KayuPutihAroma yang tidak hanya memiliki fungsi menghangatkan, namun juga fungsi aromaterapi dengan pilihan aroma-aroma yang segar dan menenangkan, yakni rose, lavender, ekaliptus, dan green tea.

Wah, ini menarik, pikir saya sebagai seorang penghobi wewangian dan aromaterapi yang belakangan tak bisa lagi menggunakan koleksi-koleksi saya karena merasa mual. Kemudian saya mencoba tester-tester yang disodorkan oleh sales promotion tersebut. Saya hirup satu-persatu varian-varian dari minyak KayuPutihAroma, dan saya pun langsung jatuh cinta pada hirupan pertama pada masing-masingnya!

 Sensasi hangatnya cajuput berpadu harumnya aromaterapi baru kali itu saya rasakan, sehingga saya yang kebetulan juga sedang harus membeli stock minyak gosok pun dibuat bingung harus memilih varian yang mana. Rose yang harum dan lembut, Lavender yang menenangkan, Ekaliptus yang segar, ataukah Green Tea yang membuat mood menjadi bersemangat? Bingung memilih, akhirnya saya memboyong keempat varian minyak KayuPutihAroma dari Cap Lang tersebut ke meja kasir.

Sesampai di rumah, suami saya pun terbengong-bengong melihat saya memborong minyak kayu putih dan menatanya di meja kamar, berjejer dengan botol-botol parfum saya.

"Biasanya borong parfum atau aromaterapi, tumben borong minyak kayu putih?" Tanyanya penasaran ketika itu. Saya mengambil salah satu  botol minyak KayuPutihAroma dan menyodorkannya kepada suami saya. "Coba deh, ini beda. Dia ada aromaterapinya, enak banget!" Jawab saya ketika itu.

Suami saya pun mencoba minyak KayuPutihAroma varian lavender yang saya sodorkan padanya. Ia terlihat menikmati aroma lavender yang menguar dari minyak KayuPutihAroma Cap Lang. "Iya nih, beda. Kekinian banget. Seger kayak minyak kayu putih Cap Lang yang biasanya tapi yang ini lebih unik," ujarnya. Sejak saat itu, tak hanya saya yang menderita GERD ini yang menggunakan minyak KayuPutihAroma, suami saya pun ikut JadiKekinianDenganKPA.

Masa-masa saya berjuang sembuh dari GERD-pun sejak saat itu menjadi lebih menyenangkan bersama minyak KayuPutihAroma. Dengan kondisi perut yang masih sering kembung dan kepala yang sesekali masih pusing saya juga tetap dapat produktif berkarya dan bersosialisasi.

 Meskipun untuk sementara tidak bisa dengan 'ritual' lilin aromaterapi dan tidak akur dengan parfum, minyak KayuPutihAroma mampu membuat proses berkarya saya menjadi lebih rileks dan menyenangkan. Lembutnya aroma Rose dan Lavender, juga segarnya aroma Ekaliptus dan Green Tea mampu membuat mood saya terbit sehingga dalam kondisi proses penyembuhan sekalipun saya tetap mampu produktif menulis.

Kebiasaan Baru Setelah Sembuh: Nggak Bisa Jauh dari Kayu Putih Aroma yang Wanginya Ngeblend Banget Sama Parfum!

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Gaya Hidup Selengkapnya
Lihat Gaya Hidup Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun