Rasya dy Shamrat
Rasya dy Shamrat

Belajar untuk meyakinkan usaha sampai

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Gambaran Insan Cita HMI

12 Oktober 2018   20:21 Diperbarui: 12 Oktober 2018   22:08 364 0 0

Insan cita HMI mungkin bukan perihal yang  asing lagi bagi seorang kader HMI, dan bahkan semua kader  sudah pasti memahami Istilah ini, karena insan cita  adalah bagian dari dua tujuan azasi HMI "Terbinanya Insan Akademis, Pencipta, Pengabdi yang bernafaskan Islam dan Bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat Adil Makmur yang di Ridhoi Allah SWT", dan bahkan adanya yang menerangai bahwasanya Insan Cita inilah yang menjadi tujuan HMI, menurut hemat penulis Sebetulnya pada substansinya  tujuan HMI adalah terwujudnya masyarakat adil Makmur yang di ridhoi oleh Allah SWT atau lebih sederhananya  sering kita kenal istilahnya cak nur "Masyarakat Madani", gambaran Masyarakat Madani sendiri sebagaimana di gambarkan Oleh Al-qur'an "Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur" sebuah negeri yang makmur, tentram, aman dengan sistem pemerintahan yang baik, sebagaimana Negeri saba pada saat di pimpin ratu balqis dan raja sulaiman.

            Mungkin saja setelah membaca pemaparan penulis di atas , akan menimbulkan suatu kontoversi yang akan menimbukan sebuah pertanyaan, apa makna insan cita itu sendiri?,dan bagaimana posisi insan cita dalam tujuan HMI? Menurut hemat kami, insan cita inilah  yang mengemban tugas untuk mewujudkan masyarakat Adil Makmur yang di ridhoi oleh Allah SWT. Insan cita HMI adalah seorang Insan yang di cita-citakan dan ingin dibentuk oleh HMI yang nantinya akan mewujudkan sebuah negeri dalam gambaran Al- qur'an "Baldatun thayyibatun wa rabbun ghofur".          

            Semenjak berdirinya 1947 hingga 2018 telah berapa banyak Insan-insan yang telah lahir dari rahim perkaderan HMI. Selanjutnya kita mungkin akan berfikir seperti apa gambaran serta yang menjadi karakteristik insan cita HMI , gambaran  insan cita HMI sebagaimana termuat dalam tafsir tujuan HMI  dengan krateria, Karakteristik dan kualits-kualitasnya yang harus dimilikinya, lalu upaya apa yang harus kita lakukan sebagai kader untuk mencapai insan cita HMI, sebagaimana termuat dalam pasal 5 AD HMI itu adalah sebuah jalan menuju insan cita HMI, akan tetapi ada beberapa watak Azasi yang harus di miliki dan ini harus senantiasa melekat pada diri seorang insan HMI sebagaimana termuat dalam Pedoman perkaderan HMI, ada beberapa watak azasi yang harus senatiasa melekat dan  menjadi ciri khas dari kader HMI sendiri diantaranya adalah cenderung kepada kebenaran, bebas dan merdeka, objektif, progresif, kreatif dan selalu menjunjung tinggi ilmu pengetahuan yang di nafasi islam sebagai sumber nilai.

            Bagi Insan HMI ilmu pengetahuan adalah sebuah candu yang dimana kader HMI selalu haus akan ilmu pengetahuan dan setiap gerak dan geriknya itu selalu dinafasi dengan islam. sebagaimana firman Allah yang artinya "Dan mereka yang berjuang di jalanku (Kebenaran) maka akan aku tunjukkan jalannya (mencapai tujuan) Sesungguhnya tuhan itu cinta pada orang-orang yang selalu berbuat (Progresif)".(QS.Al- Ankabut:69).

            Bagi HMI slogan Yakin Usaha Sampai bukan hanya sebatas slogan saja, tetapi sebagai spirit bagi kader HMI ketika berjuang dan berproses bahkan ketika mulai menapaki kaki di kehidupan nyata, karena kehidupan berHMI adalah gambaran kita di dalam kehidupan nyata nantinya. bersyukur dan ikhlas adalah satu untaian yang memang bagaimana seharusnya seorang manusia harus senantiasa mensyukuri segala nikmat yang ada dalam dunia yang memang di gelutinya, yang pada dasarnya di dalam  fitrahnya dalam kehidupan ini secara totalitas hanya  semata-mata  untuk mengabdikan diri kehadirat allah SWT.

             Yakin usaha sampai telah menjadikan semangat yang mendasar di pengabdian ini, turun qur'an dan hadist adalah suatu pedoman yang menjadi pedoman pokok sebagai garis yang menafasi di setiap perjuangan di segala bidang karena dengan adanya keseimbangan antara dua dimensi ini uhrowi dan duniawi ini akan melahirkan kebahagian hidup di dunia dan akhirat. karena insan yang seperti inilah yang di harapkan lahir dari perkaderan HMI, suatu insan yang seimbang antara aspek dunia dan ukhrowi dan inilah insan cita sebetulnya yang di harapkan dengan melahirkan pemikir-pemikir elit cendikiawan dengan tujuan Azasi mewujudkan masyarakat cita yang hendak di capai oleh HMI.

             HMI yang statusnya organisasi mahasiswa mempunyai prasyarat itu karena HMI Sebagai kawah Candradimuka bagi mahasiswa tempat penggemblengan, penggodokan dan pengabdian bagi lahir insan-insan elit pemikir bangsa. terlebih HMI adalah anak kandung umat islam dan bangsa indonesia.

            Dalam teori kesholehan sosial pun sudah jelas hukumnya bahwasanya kesholehan sosial akan terwujud ketika terbentuknya kesholehan individu, kesholehan individu sendiri adalah gambaran dari pada insan cita ini yang dimana kaderisasi HMI mau membentuk insan yang seperti ini, dalam menjawab tantangan keindonesian-keislaman di masa dulu, sekarang dan yang akan datang. berbicara dulu, sekarang dan yang akan datang tentunya kita berbicara dimensi waktu dan setiap waktu ini tentu memiliki perbedaan bagi proses kaderisasi di HMI itu sendiri, dari tantangan,dinamika,kultur dan tuntutan karena senantiasa harus mengikuti perkembangan zaman yang cukup dinamis, dimana dulu yang menjadi tantangan HMI mulai dari kolonial hingga pertarungan ideologi di negeri ini sudah di lewati oleh HMI sehingga HMI mulai melakukan pembahruan pemikiran pada dekade1970-an hingga sekarang HMI berada pada era yang kita kenal dengan Zaman Melinial, dimana semua manusia menikmati perkembangan teknologi yang praktis dan memudahkan karena serba modern tentunya menjadi tuntutan bagi HMI untuk menjadi Organisasi yang modern. pola perkaderan HMI pun harus modern tapi kembali kepada rumusan awal bahwasanya kualitas organisasi di tentukan oleh kualitas kadernya begitupun juga moderinisasi organisasi tergantung bagaimana cara kader berfikir secara modern.

             Disini insan cita HMI mulai di uji suatu keharusan bagi kader HMI untuk berfikir keras bagaimana insan cita yang di citakan oleh HMI ini sendiri bisa berdaptasi dengan zaman dan sekarang dengan kedinamisan zaman. karena kalau HMI tak mampu beradaptasi dan progresif dalam mengikuti perkembangan zaman maka HMI yang kita cintai ini akan mengalami kehancuran sebagaimana dalam buku "44 Indikator HMI" karya Agus salim sitompul bahwasanya HMI akan mengalami kehancuran kalau di biarkan menua tanpa ada peremajaan dan tak mampu mengikuti perkembangan zaman yang dinamis dan di prediksikan HMI akan mengalami kehancuran pada saat usia diatas 100 tahun, kalau tidak ada lagi inisiasi dari kader HMI untuk senantiasa melakukan pembeharuan dan peremajaan di dalam organisasi maka apa yang di takutkan agus salim akan terjadi. Tentunya ini menjadi tanggung jawab sumber daya manusia yang ada di HMI yang arahnya menjadi tanggung jawab bersama insan-insan HMI yang kita gambarkan sebagai insan cita HMI, seorang insan yang di cita-citakan HMI yang mampu mengikuti kedinamisan zaman deengan watak azasi dan karakteristik selalu cenderung pada kebenaran, objektif, bebas dan merdeka dan senatiasa progersif dan memperdalam ilmu pengetahuan, jadikanlah watak azasi ini sebagai Harga mati dan ruh untuk mencapai insan cita HMI. kita galakkan lagi tradisi murni kaderisasi kita dengan memperbanyak mengaji ilmu pengetahuan mulai dari komisariat hingga pengurus PB HMI, Diskusi rutin kita hidupkan, tradisi membaca kita budayakan dan kita gembleng diri kita, kita godog diri kita di komisariat yang substansinya adalah ladang berproses dan perkaderan HMI sehingga dengan ini akan terbentuk insan- insan pembaharu, duta-duta pembaharuan yang di gambarkan insan cita HMI.

             jangan pernah lelah berproses di HMI kalau masih memimpikan HMI yang kita cintai ini  masih berjaya di masa mendatang. yakin usaha sampai jadikan spirit dalam berproses menuju manusia paripurna dalam mewujudkan masyarakat adil makmur yang di ridhoi oleh Allah SWT.

"jangan pernah manja di HMI karena insan cita bukan insan manja-manja dan ada bukan untuk bermanja-manja tapi untuk menjadi manusia yang paripurna" yang ada untuk membentuk tatanan peradaban indonesia-islam makmur  yang di ridhoi oleh Allah SWT.   

"Baldatun Thayyibatun wa Robbun Ghofur"Adalah sebuah negeri yang subur dan Makmur, adil dan Aman. Dimana yang berhak akan mendapatkan Haknya, yang berkewajiban akan melaksankan keawajibannya  dan yang berbuat baik akan mendapatkan Anugerah sebesar kebaikannya, tidak ada kedzaliman" Sedikit Gambaran Masyarakat Cita yang Ingin Di Wujudkan Oleh  Himpunan Mahasiswa Islam.

            Hasim Hidayat

Demisioner Kabid PTKP HMI Cabang Sumenep Komisariat Paramadina (2017-2018)