Mohon tunggu...
Ra RuNias Production
Ra RuNias Production Mohon Tunggu... Lainnya - Suka membaca

Senang dengan cerita dan perjalanan menggunakan bus.

Selanjutnya

Tutup

Novel

Dani Gadis Desaku (16)

20 September 2021   07:59 Diperbarui: 20 September 2021   11:05 29 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Dani Gadis Desaku (16)
Menikmati Kemandirian/dokpri

Hari-hari selanjutnya adalah di isi dengan kebahagiaan, karena gadis idamanku sekarang sudah menjadi pendamping hidupku. Sengaja aku nikmati cuti pernikahanku untuk tetap di desa bersama keluarga Dani, karena memang aku sangat menyukai suasana pedesaan, apalagi saat ini adalah sedang musim panen, sehingga para petanipun nampak gembira dengan hasil panen tahun ini. Tak terkecuali kedua orang tua Dani, selain hasil panen yang melimpah juga sekarang sudah ada aku sebagai menantunya.

Sejak pagi subuh aku dan Dani sudah sibuk menyiapkan bekal untuk ke sawah karena hari ini akan membantu panen padi kedua orang tuanya. Selain kedua orang tua Dani, biasanya banyak tetangga juga yang membantu memanen hasil sawah kali ini, seperti biasanya kami memulai dengan sarapan bersama di pematang sawah. 

Tidak sedikit juga yang meledek aku karena memang aku tidak bisa bertani, tapi kalau cuma memotong padi aku seeh bisa, karena intinya pekerjaan yang kelihatan akan bisa kita kerjakan asal diajarkan terlebih dahulu. 

Bukan hanya memanen padi yang di canda kan ke kami, tetapi karena baru menikah beberapa hari, kamipun selalu di ledek karena berbulan madunya di sawah. Tetapi itu semua tidak menjadi masalah buat aku, karena memang keinginanku untuk menikmati hari-hari pertamaku bersama dengan keluarga Dani.

Rencana kami setelah ini adalah mengajak Dani ke Jakarta untuk tinggal sementara waktu bersamaku. Memang menjadi perdebatan yang sengit ketika membahas soal dimana kami akan menetap. 

Tapi setidaknya untuk saat ini kami menyepakati bahwa Dani akan tinggal bersamaku di Jakarta. Dua minggu sudah berlalu sejak pernikahan kami, tiba waktunya aku untuk kembali ke Jakarta dan memulai hidup baru bersama Dani. 

Kami memang berniat untuk hidup mandiri tanpa melihat status kedua orang tua kami. Aku pun berusaha untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga kami tanpa bantuan dari kedua orang tua kami.

Kedua orang tua Dani nampak terharu melepas kepergian kami, tidak salah memang karena sejak kecil mereka selalu bersama. 

Dan kini waktunya aku membawa Dani ke Jakarta tentunya dengan doa restu kedua orang tua kami, akan memudahkan langkah kami membina rumah tangga. Tidak banyak pakaian yang di bawa Dani dan aku, karena memang sengaja tidak membawa banyak barang agar tidak merepotkan di perjalanan.

Di perjalanan Dani terlihat murung, mungkin memikirkan kedua orang tuanya, sudah menjadi tugasku untuk selalu menghiburnya. Karena Dani tidak memiliki sanak-family di Jakarta jadi otomatis hanya saya dan keluarga saya yang menjadi penghiburnya dikala sedih. Kalau seperti ini aku ajak dia ngobrol dan bercerita tentang kebersamaan kita selama ini. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Novel Selengkapnya
Lihat Novel Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
LAPORKAN KONTEN
Alasan