Mohon tunggu...
TembemBemBem...
TembemBemBem... Mohon Tunggu... Freelancer - Justice means never having to say you're guilty

Mahasiswa UG(D), eh...

Selanjutnya

Tutup

Foodie Pilihan

Kamu Pecinta Pedas? Ini Hal-Hal Menarik yang Kamu Harus Tahu

1 November 2022   11:31 Diperbarui: 1 November 2022   11:33 67
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Photo by emy on Unsplash   

Seberapa sering kamu makan makanan pedas? Sebagai orang Indonesia, tentunya tidak afdol rasanya apabila makan tanpa sambal. Walaupun kecintaan setiap orang terhadap makanan pedas ini berbeda-beda. 

Namun, meskipun mayoritas masyarakat Indonesia menyukai pedas, dan hampir setiap hari makan makanan pedas. Tetapi, banyak hal yang belum kita ketahui mengenai rasa sensasi terbakar ini. Misalnya, masih banyak dari kita yang menganggap bahwa pedas adalah rasa.

Contoh lainnya, banyak orang beranggapan bahwa cara terbaik untuk menghilangkan pedas adalah dengan cara minum air dingin. Dan masih banyak hal menarik, namun cukup penting yang harusnya sudah diketahui oleh para penyuka pedas.

Pedas Itu Apa Sebenarnya?

Meski kita sering mengatakan sesuatu rasanya pedas, sebenarnya pedas bukanlah rasa seperti manis atau asin atau asam. Sebenarnya, yang terjadi adalah senyawa tertentu dalam makanan pedas mengaktifkan sejenis sensor neuron yang disebut polymodal nociceptor. 

Kita memilikinya di sekujur tubuh kita, termasuk di mulut dan hidung, dan sensor neuron tersebut adalah reseptor yang sama yang diaktivasi oleh panas ekstrim. Jadi, ketika kita makan cabai, mulut kita akan merasa seperti terbakar karena otak kita berpikir bahwa mulut kita sedang terbakar. 

Hal sebaliknya terjadi ketika kita makan sesuatu yang mengandung mentol di dalamnya. Senyawa mint yang sejuk mengaktivasi reseptor dingin. Ketika reseptor peka panas ini diaktivasi, tubuh kita akan berpikir bahwa ia bersentuhan dengan sumber panas yang berbahaya dan bereaksi atasnya. 

Inilah sebabnya kita mulai berkeringat, dan jantung mulai berdebar kencang ketika kita makan makanan pedas. Cabai menimbulkan respons fight or flight yang sama ketika tubuh kita bereaksi terhadap suatu ancaman.

Kenapa Kita Makan Makanan Pedas?

Pertanyaan selanjutnya adalah, kenapa ada orang yang mau makan sesuatu yang menyebabkan rasa perih yang begitu parah? Jawabannya tak ada yang benar-benar tahu kapan atau mengapa manusia mulai makan cabai pedas. 

Para arkeolog telah menemukan rempah-rempah seperti mustard bersama dengan artefak manusia dari 23.000 tahun yang lalu. Tapi mereka tidak tahu apakah rempah-rempah digunakan untuk makanan atau obat atau hanya hiasan. 

Baru-baru ini, panci masak berusia 6000 tahun berisi ikan dan daging hangus, juga mengandung mustard. Satu teori mengatakan, manusia mulai menambah rempah-rempah ke makanan untuk membunuh bakteri. Lalu, beberapa studi menunjukkan, rempah-rempah sebagian besar berkembang dalam iklim hangat, dimana mikroba juga lebih umum terjadi. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Foodie Selengkapnya
Lihat Foodie Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun