Mohon tunggu...
Rahma Roshadi
Rahma Roshadi Mohon Tunggu... Penulis

X-banker || Author & Content Writer || Moslempreneur || ngajar sambil terus belajar || Blog : www.rahmareborn.com || IG : @rahma_roshadi

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Kahyuna

21 Maret 2019   15:30 Diperbarui: 21 Maret 2019   15:40 0 0 0 Mohon Tunggu...

Alkisah di sebuah negeri yang dipimpin oleh seorang raja bernama Suman. Raja ini memiliki perawakan kurus kering. Bukan lantaran negeri ini tidak sejahtera. Tetapi karena negeri ini demikian hati-hati dalam membagi-bagikan hadiah dalam bentuk barang atau makanan kepada raja dan para punggawanya. 

Tak pernah sedikit pun terjadi kericuhan di negeri ini, yang hasil buminya terhampar sangat luas bak permadani hijau tak bertuan. Siapapun boleh menikmatinya tanpa khawatir lahannya akan tercuri, karena semua rakyat benar-benar menyadari bagian-bagiannya sekecil apapun yang mereka punya. Tak pernah ada suap-menyuap untuk mengambil hasil bumi milik rakyat lain. Semua punya, semua bisa merasa, semua sejahtera.

Namun demikian, Raja Suman tetap mengagungkan warisan dari para leluhur untuk menjunjung tinggi keadilan di atas segalanya. Dan untuk mengantisipasinya, negeri ini membuat sebuah danau, yang terletak di tengah Hutan Wanadra. Danau Kahyuna. Danau yang penampangnya sangat kecil. Permukaan airnya berwarna hitam pekat. Nama Kahyuna yang berarti kemauan, diberikan Raja karena danau itu akan digunakan untuk menenggelamkan semua kehendak dan hawa nafsu yang bisa mengalahkan akal sehat dan hati nurani. Semua orang menjauhinya. Termasuk raja dan para patihnya. Tak satupun yang ingin mendekati danau tersebut karena adanya perintah yang disampaikan langsung oleh patih :

 

Titah Sang Raja

Barang siapa / yang berani dengan sengaja / makan makanan yang bukan miliknya / menerima makanan yang tidak seharusnya / juga upeti-upeti yang tidak sepantasnya / serta melakukan perilaku buruk apapun yang menimbulkan keresahan dan kesedihan rakyat yang lain /  maka / Raja akan menenggelamkannya dalam Danau Kahyuna di tengah Hutan Wanadra//

Titah itu disampaikan oleh Patih Pandya. Seorang patih kepercayaan raja karena tabiatnya yang cerdas, suci, dan bijaksana. Patih Pandya pun sangat dikenal oleh banyak rakyat dengan berbagai lapisan, karena kearifannya, dan keramahannya membaur dengan hampir seluruh rakyat. Tidak sedikit hal-hal yang mengganggu pikiran raja, diselesaikan dengan bijak oleh Patih Pandya. Kecerdasannya selalu memberikan saran-saran yang baik pada raja.

Raja Suman, memiliki binatang peliharaan seekor harimau hitam. Si Maung. Kulitnya mengilap. Sorot matanya tajam. Serupa dengan sorot ketegasan dari mata raja. Rambut di badannya demikian halus, karena terawat sempurna. Badan tegapnya, selalu mendampingi langkah raja agar perawakan kurusnya tetap bisa terlihat gagah karena gagahnya maung disampingnya. Hingga suatu saat, maung terlihat berkelakuan sangat aneh. 

Dia meninggalkan keratan-keratan daging jatah makannya begitu saja tanpa sedikit pun di endusnya. Di sepanjang padepokan pun, Si Maung hanya berjalan berputar-putar seprti tanpa tujuan. Siulan Sang Raja yang biasanya segera ia sambut dengan auman yang lantang, kini tidak lagi. Dia terllihat ingin menjauhi raja. Beberapa kali Maung terlihat membenturkan kepalanya di pagar atau tembok kerajaan. Raja mulai resah dengan sikap Maung yang tidak segagah biasanya. Raja memanggil Patih Pandya untuk turut memikirkan kegundahannya.

"Patih, Aku benar-benar mengkhawatirkan Si Maung dengan perilakunya belakangan ini. Menurut pengetahuanmu, apa gerangan yang sedang terjadi. Aku khawatir, sikap Maung adalah pertanda akan terjadi sesuatu di negeri ini."

"Ampun Tuanku. Sesungguhnya, penerawangan Tuan Raja benar adanya. Akan terjadi sebuah tragedi buruk dan akan sangat berdampak pada kelanggengan kesejahteraan negeri ini."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
KONTEN MENARIK LAINNYA
x