Mohon tunggu...
Rahab Ganendra
Rahab Ganendra Mohon Tunggu...

BEST IN FICTION Kompasiana 2014 - Fiksianer "hujan ingkar datang, tlah lama matahari karam di pelupuk mata di bayang gelap raksasa pohon asmara kala hari tercatat di penanggalan tua berguguran kering kupu-kupu muda bernisan rasa ..."

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | Jika Tak Mampu Bersimpuh

6 Februari 2019   21:10 Diperbarui: 6 Februari 2019   21:44 0 12 8 Mohon Tunggu...
Puisi | Jika Tak Mampu Bersimpuh
Sumber gambar ilustrasi twitter @SaveIDN

jika tak mampu bersimpuh
duduk dan diamlah saja di sebelah
aku bukan siapa-siapa
tapi aku juga siapa-siapa

jika kau ingin junjung adab
tak perlu kau menunduk tiarap
siapa juga yang gila hormat
tapi, jangan kau bawa hatimu yang laknat

jika kau ingin tuhankan keyakinan
pastikan kebaikan ada di sanubarimu terdalam
yang kendalikan ucap
sabarkan berbuat

jika kau ingin jadi genderang
bertalu nyaring di setiap zaman keemasan
demi menara kemenangan
bersimpuhlah 

tapi
tidak
tidak mungkin
jika di hatimu, masih kau sandang genderang perang  
yang teriakkan nyanyian dewa kematian
jadi
diamlah
jika tak ingin jadi bumerang kekalahan

jika kau tak sanggup seperti matahari
ya sudah, seperti lampu teras saja
meski sedikit cahaya
tetap membawa manfaat

atau mungkin kau ingin seperti bulan
yang mengangkat derajat gelap di paras malam
bak dongeng seribu malam yang kau dengar semasa di ayunan
tapi,
apa mungkin
jika kegelapan tubuhmu lebih dominan?

jika kau masih banyak ingin
bersimpuhlah
jika tak mampu
duduk
dan diam sajalah

***

Jakarta, 6 Februari 2019

@rahabganendra

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x