Mohon tunggu...
Fauzi Adi Rafrastara
Fauzi Adi Rafrastara Mohon Tunggu...

Official Blog: www.fauziadi.com

Selanjutnya

Tutup

Tekno Artikel Utama

[Review] Membongkar Isi Nokia 6, Ponsel Android Terbaru dari Nokia

6 Maret 2017   07:27 Diperbarui: 6 Maret 2017   17:43 46605 8 4 Mohon Tunggu...
Lihat foto
[Review] Membongkar Isi Nokia 6, Ponsel Android Terbaru dari Nokia
1 set Nokia 6. Dokumentasi pribadi

Selamat datang di dunia Android, NOKIA! Setelah berkelana dengan beragam perusahaan dan beragam sistem operasi, akhirnya bersama HMD Global engkau berlabuh juga di robot hijau. Tentunya Nokia Lovers pun penasaran untuk bernostalgia dengan merk legendaris ini. Sekali launching di bulan Februari lalu, langsung 3 perangkat android ditawarkan kepada khalayak. 

Belum lagi kelahiran kembali handphone klasik Nokia 3310 Reborn yang bisa jadi membangkitkan sisi romantisme pada orang-orang jaman dulu, termasuk saya. Sepertinya Nokia memang sudah sangat siap dan serius untuk bangkit sekaligus bersaing di pertarungan bebas arena Android yang mana pesertanya sudah banyak yang berdarah-darah.

Ada tiga model HP Nokia berbasis Android yang tersedia di pasaran saat ini, yaitu Nokia 3, Nokia 5, dan sang Flagship yaitu Nokia 6. Dilihat secara spesifikasi dan harga (Nokia 3= 139 Euro, Nokia 5= 189, Nokia 6= 229) yang berkisar antara 2 juta - 3,5 juta rupiah, terlihat bahwa Nokia Android untuk saat ini hanya bermain di level menengah saja. 

Berhembus kabar bahwa akan segera diluncurkan Nokia 8 untuk membidik kelas yang lebih atas. Memiliki fitur wow yang kabarnya lensa kamera andalan seri Lumia, yaitu PureView Carl Zeiss akan disematkan di seri tertinggi tersebut. Memang wow.. Tapi se-wow apapun itu kalau masih menjadi rumor, artinya kita masih harus menunggu. Jangan terlalu over expectation supaya tidak terlalu kaget seperti Nokia 3310 Reborn. 

Sebelum peluncuran, di dunia maya beredar beragam isu mengenai fitur-fitur baru yang disematkan pada HP seri klasik tersebut, diantaranya yaitu: OS Android dan kamera resolusi tinggi. Tapi faktanya hp tersebut memang layaknya hp zaman awal milenium saja, GSM only, dengan ditambah kamera 2MP di belakangnya, terlepas dari kemampuan batrei yang sanggup standby hingga 1 bulan kabarnya.

Kembali ke seri Nokia Android. Setelah berkesempatan mendapatkan Nokia 6 di Tiongkok beberapa waktu lalu dengan harga RMB 1699 (kurs per hari ini sekitar RMB 1 = Rp. 1998,-) kini tiba saatnya untuk melakukan review sederhana. Ada 5 fokus yang akan dibahas dalam artikel singkat ini, yaitu:

  1. Unboxing
  2. Penampilan 
  3. Spesifikasi
  4. Benchmark
  5. Kamera

1. Unboxing

Box pembungkus Nokia 6 nampak lebih lebar jika dibandingkan dengan iPhone dan HP sejenis. Di dalamnya terdapat ponsel (tentu saja) beserta perangkat pendukungnya, seperti earphone, kabel + charger, sim card ejector, dan buku manual juga kartu garansi. Karena saya belinya di Tiongkok, jadi buku manualnya full berbahasa mandarin. Puyeng juga... Secara umum, perlengkapan yang disertakan di paket ini sama seperti handphone lain. Bedanya kalau perlengkapan iPhone berwarna serba putih, pada Nokia 6 ini semua berwarna hitam.

Nokia 6. Dokumentasi pribadi
Nokia 6. Dokumentasi pribadi
Penampilan depannya lumayan elegan. Dokumentasi pribadi
Penampilan depannya lumayan elegan. Dokumentasi pribadi

2. Penampilan

Kesan pertama ketika melihat dan memegang gadget baru ini adalah terasa sekali PREMIUM-nya. Bahan metal, layar 5.5 inch dengan efek 2.5D di tepinya menambah kesan berkelas pada perangkat serba hitam ini. Logo Nokia tampak elegan di bagian depan (pojok kanan atas) dan di bagian belakang tepatnya di bawah kamera. 

Sayangnya ketika menengok ke bagian belakang handphone, terlihat jelas bekas-bekas sidik jari yang tentunya mengurangi kecantikan jika digunakan tanpa cover tambahan. Jadi, saran pertama bagi pengguna atau calon pembeli Nokia 6 adalah siapkan casing tambahan, khususnya untuk bagian belakang Nokia Anda.

Melihat di sekeliling Nokia 6, cukup simple seperti kebanyakan handphone-handphone Android lain. Hanya memiliki 3 tombol di tepi, yaitu tombol power, volume naik dan turun. Ketiganya diletakkan di sisi yang sama, tepatnya di sisi kanan. Nokia memilih untuk meletakkan fitur fingerprint di bagian depan (tombol utama), tidak seperti beberapa kompetitornya seperti xiaomi yang meletakkannya di bagian belakang dekat kamera. 

Jika di bagian atas terdapat lubang earphone, maka di bagian bawah seperti pada umumnya, terdapat lubang untuk mengisi ulang batrei. Sayangnya Nokia belum membenamkan USB tipe C yang anti selip, maksudnya dibolak-balik masangnya sama saja, supaya ramah bagi orang tua dan anak kecil khususnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN