Mohon tunggu...
Rachmat Hendayana
Rachmat Hendayana Mohon Tunggu... Penulis - Tinggal di Bogor

Peminat Sosial Ekonomi

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

Hari Pertama Usai Libur Panjang: Hati-hati Post Holiday Blues!

9 Mei 2022   22:10 Diperbarui: 9 Mei 2022   22:21 205
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber: Freepikc, elebrities.id: Ilustrasi Post Holiday Blues 

Kompasianer, kisah cerita ini bukan pengalaman pribadi tetapi saya angkat dari postingan yang dikirim seorang  abdi negara, kebetulan sebagai kawan lama. Ia menuliskan kegundahannya ketika tahu besok harus masuk kerja. Walaupun akhirnya ada kebijakan WFH, tapi tetap saja namanya kerja nuansanya berbeda  dengan suasana liburan.

Dalam tulisan ini, yang akan saya bahas bukan pada masalah postingannya itu, tetapi ungkapan kegundahannya untuk mulai kerja kembali setelah lama liburan. Kemalasan dan kegundahan untuk kembali bekerja setelah liburan panjang  itu ternyata merupakan gejala umum yang banyak dialami seseorang yang ketika sebelum liburan memiliki pekerjaan. Hal itu tidak terjadi pada pegawai di kalangan pemerintahan atau ASN saja, tetapi juga melanda karyawan yang bekerja di sektor swasta.   

 Menurut psikolog klinis Nuzulia Rahma Tristinarum dari Pro Help Center dikutip dari health.detik.com (09/05/2022), terjadinya kemalasan atau kegundahan setelah liburan panjang itu disebut Post Holiday Blues atau Post Holiday Syndrome

Apakah itu Post-Holiday Blues ?

Mengutip National Alliance on Mental Illness (NAMI) dalam celebritis.id yang ditulis Intan Afika Nuur Azizah (07/05/2022), Post Holiday Blues (PHB) digambarkan sebagai perasaan cemas dan stres yang muncul setelah liburan. Atau kasarnya  disebut depresi usai liburan panjang.

Fenomena PHB ini menjadi pokok bahasan dalam berbagai media online. Sebut saja: travel.kompas.com; cnnindonesia.com; glints.com; idntimes.com; poskota.co.id; health.detik com; beautynesia.id; travel.tribunnews; dan tabloid bintang.com, semua media online tersebut menempatkan PHB sebagai headline.

Yang menarik, ketika mengelompokkan materi itu dalam kategorinya antar media online memiliki pertimbangan yang berbeda sehingga ada yang mengelompokkan PHB itu sebagai gaya hidup, health, medical, lifestyle, dan gaya hidup.

Menurut asal usulnya, fenomena PHB ini dialami pekerja di Amerika Serikat setelah libur musim dingin. Sementara itu  di Indonesia gejala ini secara umum bisa saja dialami seseorang seusai libur panjang,  seperti libur lebaran, hari natal dan tahun baru, atau usai cuti tahunan.

 Habis liburan panjang seperti libur lebaran 2022 ini ada saja, kawan saya  dalam postingannya menyatakan merasa gundah gulana, stress dan tak bersemangat bekerja dan beraktivitas seperti sedia kala. Perasaan tersebut menurut psikolog dianggap wajar terjadi pada seorang manusia.

Mengapa Terjadi  PHB ?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun