Mohon tunggu...
Queen Rahmah Rizqi Zaidah
Queen Rahmah Rizqi Zaidah Mohon Tunggu... Bu guru

Alumni Psikologi UIN Maliki Malang. Alumni The University of York, UK. Kelahiran tahun 1991. Hobi bermusik. Pernah jadi reporter dan jurnalis kampus. Bercita-cita menjadi pendidik dan inspirator anak bangsa. Pengabdi di pondok pesantren Baitul Arqom Balung Jember. Contact: queenzaidah121@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Sepucuk Surat untuk Scholarship Hunter

20 Desember 2016   07:36 Diperbarui: 23 Juni 2017   04:46 0 0 1 Mohon Tunggu...

Yth. Scholarship Hunter di seluruh pelosok negeri tercinta,

Indonesia

Assalamualaikum wr. wb.

Salam sejahtera untuk kita semua. Bagaimana kabar kalian yang berada jauh di sana? (Karena saya juga berada jauh di sini.. hehe..). Setidaknya, walaupun masing-masing kita berada  sangat jauh di pelupuk mata, namun kita tetap bisa bertegur sapa melalui berbagai media yang sudah tercipta. Tak lupa pula, kita panjatkan bersama segala puji dan rasa syukur ke hadirat Ilahi Rabbi, Sebaik-baik Penguasa mimpi, hidup, dan mati seluruh makhluk di alam raya. Semoga shalawat dan salam selalu tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad saw, baginda tercinta, yang terhormat, dan yang paling kita rindukan sepanjang hayat.

Pertama-tama, perkenankan saya meminta maaf, karena sudah lama sekali saya tidak menulis untuk kemudian dipublish di media yang akhirnya bisa tersalurkan kepada teman-teman sekalian, sehingga jika ada beberapa kata yang kurang pantas untuk saya sampaikan, terlalu bertele-tele, dan kurang pas baik di hati atau di pikiran teman-teman, mohon dimaklumi saja.

Saya menyampaikan surat ini, karena banyak dari teman-teman yang bertanya dan ingin sekali mengetahui bagaimana tips-tips untuk bisa mendapatkan beasiswa. Yang saya maksudkan disini, tidak spesifik hanya satu beasiswa saja, tapi juga bisa jadi, dapat dipelajari untuk mengejar beasiswa yang lain. Jadi,  apa yang saya sampaikan akan bisa menjadi satu cara bagi teman-teman untuk terus mencoba berbagai macam beasiswa. Karena, menurut filosofi guru saya, mengejar beasiswa ibarat mengejar pujaan hati, ada faktor peluang yang harus betul-betul diperhatikan secara maksimal dan dipertimbangkan secara matang. Mengejar beasiswa ibarat mencari jodoh. Kalau diterima berarti alhamdulillah berjodoh; kalau gagal, jangan menyerah..!! Bisa jadi berjodoh di kesempatan berikutnya, atau berjodoh dengan beasiswa yang lain. Tenang, rizki masing-masing kita sudah ada yang mengatur, selama kita fokus untuk terus berusaha.

By the way, saya hanya akan menyampaikan beberapa tips berdasarkan dari pengalaman pribadi saya. Saya tahu, ini semua terlihat tidak mudah, tapi sekeras tekad dan kemauan kita untuk menjalaninya, insyaAllah, semudah itu pula jalan terbuka lebar untuk meraih satu peluang mewujudkan mimpi kita. Bisa jadi, ini bukanlah tips terjitu untuk mendapatkan beasiswa, bukanlah solusi paling tepat untuk mengejar mimpi, namun saya harap bisa menjadi sebuah REFLEKSI diri kita masing-masing atas ambisi positif yang tertuju untuk sesuatu yang lebih baik kedepan.

Langsung saja,

1. Tanyakanlah pada diri sendiri beberapa hal berikut:

Untuk apa mengejar beasiswa? Apakah hal ini suatu hal yang positif di masa depan?

- Mengapa harus mengejar beasiswa? Mengapa tidak berusaha mendanai studi dengan penghasilan pribadi?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3