Mohon tunggu...
Puteri Renata
Puteri Renata Mohon Tunggu... Editor - Mpudh

Guru, penulis, editor, Direktur SL publisher.

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan

Cara Saya Mendukung Net Zero Emission (NZE)

16 Oktober 2021   12:17 Diperbarui: 16 Oktober 2021   12:21 133 4 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Sadar tidak kalau sekarang cuaca benar-benar terasa sangat panas?
Bahkan perubahan iklim sangat tidak relevan. Dan setahun belakangan ini, hujan hanya bisa dirasakan beberapa kali saja, lebih tepatnya panas berhari-hari.
Agar tidak gagal paham, perubahan iklim dicirikan oleh dua hal penting, yaitu borderless issue, dan long-term time span. Yang pertama adalah bahwa bencana atau peristiwa yang berdampak perubahan iklim di suatu tempat atau belahan dunia, akan berdampak di tempat kita berada, atau sebaliknya. Bencana dimaksud berawal sejak revolusi industri di negara-negara maju pada abad 18, yang kemudian dianggap "dosa" negara maju.

Dalam negosiasi global, dosa tersebut dicoba ditebus, dan kemudian muncullah Kyoto Protokol yang mewajibkan negara maju untuk bertanggung jawab dalam penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK). Dalam perjalanannya, ternyata emisi tetap meningkat karena pertambahan penduduk, aktivitas dan gaya hidup manusia, peningkatan GDP, dan penggunaan bahan bakar fosil untuk menghasilkan energi.
Ciri perubahan iklim yang kedua adalah long-term time span issue. Bahwa proses perubahan iklim terjadi dalam kurun waktu yang panjang, antara 50 sampai 100 tahun. Itulah sebabnya NZE dipatok akan terjadi pada tahun 2045, 2050, 2060, dst. Penentuan tahun NZE bergantung pada waktu kapan kita berhasil mencapai "peak emission".
Menurut skenario Bappenas, Indonesia bisa mencapai NZE tahun 2045 atau 2050 asalkan paling lambat tahun 2027 sudah terjadi 'peak', artinya jumlah emisi CO2 mencapai jumlah maksimal pada tahun tersebut, dan setelah itu harus turun. Keterlambatan satu tahun saja dalam menurunkan emisi, bisa menyebabkan NZE mundur 5 -- 10 tahun. Bila peak baru dicapai tahun 2033-2034, maka NZE akan terjadi pada tahun 2060-2070.

Oh iya, apa sih NZE itu? Net Zero Emission (NZE) yang tidak lain adalah puncak harapan masa depan (expected future milestone) dimana emisi karbon sepenuhnya diserap oleh bumi melalui berbagai kegiatan manusia dan bantuan teknologi, sehingga tidak menimbulkan pemanasan global.
Nah bagaimana cara saya mendukung NZE?

1) Menggunakan transportasi publik. Ini salah satu hal yang seharusnya kita lakukan sebagai masyarakat yang mendukung NZE, dengan ini maka kita mengurangi tingkat polusi, sehingga dampaknya cukup baik untuk lingkungan. Dan satu lagi, kalau bisa fasilitas transportasi publik di setiap daerah dibuat modern, hingga masyarakat merasa nyaman dan aman menggunakan nya.

2) Mengurangi penggunaan pendingin ruangan (AC) terutama di rumah. Yaa setidaknya rumah dibuat ventilasi udara yang baik, buat jendela untuk bisa menyerap udara dari luar. Penggunaan AC sama saja tidak menghemat listrik.
Sementara salah satu cara mendukung NZE adalah dengan menghemat listrik.

3) Mengembangkan Energi baru dan terbarukan (EBT). Ada 8 energi terbarukan yang ditemukan yaitu biofuel (bahan bakar padat,cair dan gas), biomassa, panas bumi, air, angin, matahari , gelombang laut, pasang surut.

4) Mengedukasi kepada masyarakat betapa pentingnya menanam tumbuhan di rumah / lingkungan. Bahkan bisa mengajak mereka menanam pohon di lingkungan sekitar, seperti di lingkungan sekolah, di pinggir jalan raya dan lain sebagainya.

5) Biasakan Untuk Memilah Sampah
Memisahkan sampah organic dan in organic.

Mungkin itu saja cara yang bisa saya lakukan untuk mendukung Net Zero Emission (NZE) .
Semoga Indonesia bisa segera mengoptimalkan dan mewujudkannya.
Semoga tidak ditunda-tunda lagi.
Yuk,kita semua sebagai warga Indonesia, patut mendukung semua program Pemerintah dan melakukan sesuai kapasitas dan komitmen bersama.

Mohon tunggu...

Lihat Lingkungan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan